Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

LAZ Hadji Kalla Tingkatkan Hasil Panen Petani hingga 60 Persen Lewat Program DBS

Program DBS LAZ Hadji Kalla tingkatkan hasil panen petani desa hingga 60 persen di 20 desa binaan.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Kiki Content Writer
Kalla Group
DESA BINAAN - Tim LAZ Hadji Kalla melalkukan monitoring di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan yang masuk dalam program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) 2025, beberapa waktu lalu. Program Desa Bangkit Sejahtera berhasil meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus pendapatan petani di desa binaan.  

Ringkasan Berita:
  • Program DBS meningkatkan hasil panen petani desa hingga 60 persen
  • Dilaksanakan di 20 desa binaan di empat provinsi Sulawesi
  • LAZ Hadji Kalla mencatatkan kenaikan pendapatan petani hingga rata-rata Rp4 juta per bulan

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - LAZ Hadji Kalla melalui Program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) mencatat peningkatan produktivitas hasil panen petani hingga rata-rata 60 persen di desa binaan sepanjang 2025.

Program ini merupakan salah satu program unggulan LAZ Hadji Kalla yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan dengan memaksimalkan potensi komoditas lokal.

Sepanjang tahun 2025, Program Desa Bangkit Sejahtera diimplementasikan di 20 desa binaan yang tersebar di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. 

Program ini menyasar kelompok petani dan pelaku usaha desa melalui pendampingan terpadu guna mendorong peningkatan kapasitas produksi dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Berbagai komoditas potensial lokal menjadi fokus pengembangan, di antaranya jagung, bawang merah, padi, wortel, nilam, ikan nila, ayam kampung unggul, hingga rumput laut. 

Komoditas tersebut sebelumnya dibudidayakan dengan bibit lokal dan teknik konvensional, sehingga produktivitasnya belum optimal.

Melalui Program Desa Bangkit Sejahtera, LAZ Hadji Kalla melakukan penguatan budidaya dengan menerapkan teknik sesuai Good Agricultural Practices (GAP).

Juga mengganti bibit lokal dengan bibit unggul, serta menyalurkan bantuan sarana produksi berupa pupuk dan obat pengendali hama. 

Seluruh proses ini disertai pelatihan dan pendampingan intensif kepada kelompok binaan. 

Hasil implementasi program menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. 

Kuantitas dan kualitas hasil panen meningkat secara signifikan, bahkan pada beberapa komoditas melampaui ekspektasi awal. 

Rata-rata peningkatan hasil panen mencapai 2 sampai 3 ton atau sekitar 60 persen dibandingkan kondisi awal (baseline).

Peningkatan produktivitas tersebut berdampak langsung pada kenaikan pendapatan petani binaan. 

Rata-rata pendapatan petani meningkat hingga Rp4.000.000 per orang per bulan. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved