Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

LAZ Hadji Kalla Latih Guru Mengaji di Pelosok Pinrang, Bangun TPQ Lebih Terarah

Sebagian besar masjid di Desa Rajang belum memiliki TPQ aktif, sementara jumlah anak-anak usia belajar mengaji cukup banyak.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
Dok LAZ Hadji Kalla
DIKLAT GURU MENGAJI - Peserta Diklat Standardisasi Guru Mengaji Metode Tilawati Level 1 berfoto bersama usai pelatihan di Desa Rajang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Jumat (8/5/2026). Program dihadirkan sebagai upaya membangun pendidikan Al-Qur'an yang lebih terarah di pelosok desa. 

Ringkasan Berita:
  • LAZ Hadji Kalla melalui program Tebar Dai Desa Bangkit Sejahtera (DBS) menggelar Diklat Standardisasi Guru Mengaji Metode Tilawati Level 1 di Desa Rajang, Pinrang.
  • Sebanyak 31 peserta mengikuti pelatihan dan 28 di antaranya menyelesaikan seluruh rangkaian diklat.
  • Program lahir dari kondisi pembelajaran mengaji yang masih sederhana dan belum terstruktur, sehingga LAZ Hadji Kalla turut menginisiasi pembentukan TPQ di empat masjid.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla melalui program Tebar Dai Desa Bangkit Sejahtera (DBS) menginisiasi Diklat Standardisasi Guru Mengaji Metode Tilawati Level 1 di Desa Rajang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.

Hal itu dilakukan sebagai upaya membangun pendidikan Al-Qur'an yang lebih terarah di pelosok desa.

Program ini bermula dari kondisi pembelajaran Al-Qur'an di masyarakat yang masih berjalan secara sederhana. 

Sebagian besar masjid di Desa Rajang belum memiliki TPQ aktif, sementara jumlah anak-anak usia belajar mengaji cukup banyak. 

Kegiatan mengaji selama ini umumnya berlangsung secara tidak rutin dan masih mengandalkan pola mengaji kampung tanpa sistem pembelajaran yang terarah.

Melihat kondisi tersebut, Dai DBS LAZ Hadji Kalla, Abdurrahman Laica mulai melakukan pendampingan langsung sejak awal penugasannya di desa. 

Selain mengajar anak-anak secara rutin, ia juga aktif menghidupkan kembali pembelajaran Al-Qur'an di masjid-masjid dan menginisiasi pembentukan TPQ di empat titik.

"Permasalahan utama di sini bukan hanya kurangnya TPQ, tetapi juga belum adanya guru mengaji yang memiliki metode pembelajaran yang seragam dan terstruktur. Karena itu, kami mencoba membangun sistemnya sekaligus menyiapkan SDM pengajarnya," katanya, dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).

Sebagai tindak lanjut dari pembentukan TPQ tersebut, para calon guru mengaji kemudian difasilitasi mengikuti Diklat Standardisasi Guru Mengaji Level 1 menggunakan Metode Tilawati yang diselenggarakan secara daring dari Surabaya. 

Baca juga: LAZ Hadji Kalla Dorong Kemandirian, Petani Kerang di Buton Tengah Raup Rp17 Juta

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan dasar mengajar Al-Qur'an dengan metode yang lebih sistematis dan mudah diterapkan kepada anak-anak.

Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta dari empat masjid di Desa Rajang yang dimulai pada Jumat (8/5/2026) lalu.

Sebanyak 28 peserta menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan langsung menerapkan praktik pembelajaran di TPQ masing-masing. 

Peserta berasal dari Masjid Nurul Huda Buttu-buttu 10 orang, Masjid Nurul Yaqin Buttu Rajang 6 orang, Masjid An Nur Buttu 7 orang, dan Masjid Al Ikhlas Kampung Suka 8 orang.

Program Officer Islamic Care LAZ Hadji Kalla, Muh Syafei Karsali, mengatakan penguatan kapasitas guru mengaji menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur'an yang berkelanjutan di desa.

"Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan Al-Qur'an yang bisa terus berjalan di masyarakat. Harapannya, TPQ yang mulai terbentuk dapat berkembang lebih baik dengan dukungan guru mengaji yang memiliki standar pembelajaran yang sama," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved