Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

RT RW Makassar

Gen Z Pegang RT, Jalan Rusak di Makassar Langsung Beres

Adrian terpilih sebagai Ketua RT setelah Pemilihan RT/RW secara langsung pada 3 Desember lalu. 

Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
RT RW - Ketua RT 002/RW 001 Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Adrian Dg Jaya (kanan). Ia memanfaatkan aplikasi Lontara Plus milik Pemerintah Kota Makassar untuk melaporkan jalan lorong yang rusak dan berlubang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Kepemimpinan generasi Z mulai menunjukkan kiprahnya hingga ke tingkat paling bawah pemerintahan.

Salah satunya ditunjukkan Ketua RT 002/RW 001 Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Adrian Dg Jaya.

Pemuda kelahiran 30 Mei 2001 ini membuktikan, teknologi bisa menjadi kunci percepatan pelayanan warga, termasuk dalam menangani persoalan jalan lorong yang sebelumnya rusak berat.

Adrian terpilih sebagai Ketua RT setelah Pemilihan RT/RW secara langsung pada 3 Desember lalu. 

Keikutsertaannya dalam kontestasi tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di wilayahnya.

Sebelumnya, jabatan RT dipegang oleh anggota keluarganya.

Demi memberi ruang bagi generasi baru, keluarga besarnya sepakat tidak lagi mencalonkan diri dan mendorong Adrian maju.

“Jadi saya yang diusung. Mereka bilang, ‘kamu saja yang maju, biar ada regenerasi,’” ujar Adrian menirukan pesan keluarganya, Jumat (23/1/2026).

Dari tiga kandidat yang bertarung, Adrian akhirnya dipercaya warga untuk memimpin lingkungan dengan total 89 kepala keluarga.

Jumlah penduduk di wilayahnya terdiri dari 55 balita dan anak-anak, 31 remaja, 169 orang dewasa, serta 21 lansia.

Menariknya, Adrian mengaku tidak banyak mengumbar janji saat proses pemilihan.

Ia hanya menemui sejumlah tokoh masyarakat untuk meminta masukan dan arahan.

Meski demikian, ia telah menyiapkan rencana kerja sejak awal, dimulai dari pembenahan administrasi warga.

Salah satu persoalan yang ia benahi adalah sistem surat-menyurat yang sebelumnya belum tertata.

“Dulu surat pengantar sering tidak punya nomor. Padahal itu penting untuk pencatatan dan arsip. Sekarang saya sudah buat buku administrasi khusus supaya semua rapi dan mudah dilacak,” jelasnya.

Gerak cepat juga dilakukan Adrian di sektor infrastruktur, khususnya perbaikan jalan dan drainase lingkungan.

Ia memanfaatkan aplikasi Lontara Plus milik Pemerintah Kota Makassar untuk melaporkan jalan lorong yang rusak dan berlubang.

“Saya cukup foto kondisi jalan, unggah ke aplikasi Lontara Plus. Laporannya langsung sampai ke lurah, camat, hingga Dinas PU. Alhamdulillah, sekitar satu minggu kemudian jalan langsung diperbaiki,” ungkapnya.

Menurut Adrian, pendekatan digital sangat membantu mempercepat respons pemerintah.

“Setelah saya lapor, pihak PU langsung menghubungi saya dan turun ke lokasi," kata dia.

"Saya dampingi bersama RW dan tokoh masyarakat. Besoknya material datang dan jalan dikerjakan sampai mulus kembali,” tuturnya.

Selain infrastruktur, Adrian juga memberi perhatian pada kebersihan lingkungan.

Ia mengatur jadwal kerja bakti secara fleksibel menyesuaikan waktu luang warga.

“Kami atur kerja bakti bergilir. Hari Jumat mulai, lalu dilanjutkan Sabtu dan Minggu. Biasanya Jumat sudah 30–40 persen, dan Minggu bisa rampung 100 persen,” jelasnya.

Ia meyakini kepedulian warga sebenarnya tinggi, hanya perlu lebih sering diajak dan dilibatkan secara langsung.

“Warga itu mau terlibat. Cuma kadang jarang diajak. Kalau sudah dihimpun bersama, progresnya terasa sekali,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved