Tolak PLH Rektor
Mahasiswa UNM Adang Sekjend Kemendiktisaintek, Protes Plh Rektor Dijabat Prof Farida Patitingi
Prof Farida Patittingi ditunjuk sebagai Plh Rektor UNM setelah Prof Karta Jayadi dinonaktifkan.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
Ringkasan Berita:
- Prof Farida Patittingi ditunjuk sebagai Plh Rektor UNM setelah Prof Karta Jayadi dinonaktifkan.
- Prof Farida Patittingi merupakan Guru Besar Universitas Hasanuddin.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Demo tolak Plh Rektor diwarnai aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas keamanan di kampus Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026).
Mulanya unjuk rasa diwarnai aksi bakar ban dan penghadangan truk kontainer yang dijadikan panggung orasi depan kampus.
Aksi itu pun memicu kemacetan panjang di Jl AP Pettarani dari arah Fly Over ke arah pertigaan Jl Sultan Alauddin.
Aksi yang juga diwarnai pembentangan spanduk bertuliskan 'Tolak Plh Rektor UNM'
berlanjut ke dalam kampus.
"Pengangkatan PLh Rektor tidak transparan dan berpotensi menyalahi prinsip tata kelola perguruan tinggi yang demokratis," kata Jenderal Lapangan, Akbar (22).
Di halaman kampus mahasiswa sisi berganti berorasi meminta agar ditemui pejabat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang ada di dalam gedung Phinisi menghadiri acara.
Baca juga: UNM Punya Banyak Guru Besar, Kenapa Yang Diambil Orang Luar? Mahasiswa Tolak Plh Rektor dari Unhas
Lebih kurang setengah jam berorasi, mahasiswa tak kunjung ditemui.
Mereka pun mencoba merangsek masuk ke dalam gedung namun dihadang petugas keamanan kampus.
Akibatnya, aksi saling dorong tak terhindarkan.
Petugas kemanan yang kala jumlah, tak kuat menahan dorongan mahasiswa yang hampir seratusan orang.
Di dalam lantai satu gedung mereka kembali berorasi agar dapat ditemui pejabat Kementerian Pendidikan.
Selang beberapa saat, pejabat Kementerian Pendidikan rupanya hendak keluar dari kampus lewat basemant.
Namun, mobil berplat pribadi yang dikendarai terendus oleh mahasiswa.
Sontak mahasiswa berlarian menghadang mobil pejabat kementerian pendidikan itu.
Aksi penghadangan itu sempat berupaya dihalau petugas kemanan.
Jumlah petugas yang kalah banyak memaksa pejabat kementerian itu keluar dari mobil.
Terlihat sosok pejabat itu adalah, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Togar Mangihut Simatupang.
Prof Togar lantas menerima aspirasi mahasiswa di depan mobilnya yang digadang.
Hujan turun, proses penerimaan aspirasi itu pun bergeser ke loby kampus.
Salah satu poin yang disampaikan mahasiswa adalah menolak penunjukan Plh Rektor.
Selain dianggap tak sarat akan politik, mereka juga menganggap ada banyak guru besar UNM yang pantas menjadi Plh.
Pada kesempatan itu, hadir juga Plh Rektor UNM Prof Farida Patittingi yang juga WR III Unhas, mendampingi Prof Togar.
Prof Togar menegaskan, pemerintah terbuka terhadap setiap opini, kritik, maupun keberatan yang disampaikan pihak-pihak terkait.
Ia memastikan seluruh proses yang berjalan dilakukan secara profesional dan transparan sesuai aturan yang berlaku.
"Kami mengapresiasi atas opini yang disampaikan. Kami sebagai pelaksana di pemerintahan tentunya terbuka untuk melakukan dialog bilamana ada yang disebut dengan keluhan, komplain, atau tuduhan tidak adil, kami bersedia menerima," kata Togar.
Ia juga menekankan, jika pihak terlapor memilih menempuh jalur hukum, pemerintah tidak akan menghalangi.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan hak setiap warga negara.
"Dan juga kalau mau dilanjutkan ke dalam ranah hukum, misalkan digugat di aparat penegak hukum, silakan. Kami terbuka, kami bekerja secara profesional, kami transparan, dan kami menghormati hak-hak beliau," jelasnya
Prof Togar menyebut, termasuk hak rehabilitasi Prof Karta Jayadi akan tetap dihormati setelah seluruh proses selesai.
Ia berharap polemik yang berkembang tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan dengan cara yang baik.
"Oleh karena itu saya berharap, tadi adik-adik mahasiswa juga sudah begitu bosan, kita juga selesaikan dengan baik-baik,"katanya.
Menanggapi pertanyaan terkait anggapan proses yang dianggap tidak seimbang, Togar memastikan seluruh tahapan telah berjalan sesuai prosedur.
"Semuanya terekam, tapi saya tidak bisa menyampaikan ke publik. Kita mengikuti SOP, ada standar prosedurnya. Itu sudah dilakukan sesuai dengan PP 94 dan juga Permendikbudristekdikti Nomor 55, itu semua sudah diikuti," ucapnya
Mengenai penunjukan Prof. Farida sebagai Plh Rektor, Prof. Togar memberikan penegasannya.
"Agar terjadi integritas dan objektivitas. Ini untuk menjaga marwah UNM sebetulnya. Kalau ini dibiarkan akan terbelah," ungkap Prof Togar.
"Kita terus terang memilih perempuan, karena punya empati, bisa diterima, karena tanda petik mohon maaf korban juga adalah perempuan. Saya juga malu ini bicara aib kita," tuturnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260122-Prof-Togar.jpg)