Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Super Flu

Dinkes Pastikan Belum Ada Laporan Kasus Super Flu di Makassar 

Super flu merupakan varian lain dari virus influenza, virus ini termasuk influenza tipe A dengan subtipe H3N2.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
Istimewa/Nursaidah Sirajuddin
SUPER FLU - Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin di ruang kerjanya, Kantor Dinas Kesehatan Makassar Jl Teduh Bersinar, Kecamatan Rappocini beberapa waktu lalu.  Nursaidah menjelaskan tentang kasus super flu di Makassar. 
Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan laporan surveilans penyakit menular (P2P), belum ada data yang menunjukkan adanya kasus flu yang dapat dikategorikan sebagai super flu di Makassar.
  • Super flu merupakan varian lain dari virus influenza, virus ini termasuk influenza tipe A dengan subtipe H3N2.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar memastikan belum menerima laporan terkait kasus super flu di wilayah Kota Makassar

Super flu merupakan varian lain dari virus influenza. 

Virus ini termasuk influenza tipe A dengan subtipe H3N2.

Tetapi yang membedakan adalah munculnya subklade baru, yakni K, yang sebelumnya belum banyak ditemukan. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin menyebutkan, keluhan flu yang dialami masyarakat dinilai masih berkaitan dengan kondisi cuaca ekstrem dan musim penghujan.

Berdasarkan laporan surveilans penyakit menular (P2P), belum ada data yang menunjukkan adanya kasus flu yang dapat dikategorikan sebagai super flu.

“Tidak ada pelaporan dari fasilitas kesehatan terkait super flu. Yang ada saat ini adalah kasus flu biasa yang umum terjadi di musim penghujan,” kata Nursaidah menjelaskan, Rabu (14/1/2026). 

Menurutnya, meningkatnya keluhan flu di tengah masyarakat merupakan dampak dari perubahan cuaca ekstrem. 

Baca juga: Super Flu Ramai di AS, Dosen Kedokteran Unismuh: Tak Perlu Panik, Waspadai Gejala pada Anak

Suhu dingin, serta curah hujan tinggi yang memicu penurunan daya tahan tubuh.

Di musim hujan seperti sekarang, memang banyak masyarakat yang menderita flu, demam, dan infeksi saluran pernapasan atas. 

"Tapi itu belum bisa serta-merta disebut sebagai super flu. Harus ada pembuktian dan pelaporan resmi,” jelasnya.

Ida-sapaannya menegaskan, penetapan suatu penyakit sebagai super flu tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa hasil pemeriksaan dan kajian medis yang jelas.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap berbagai penyakit yang sering muncul di musim penghujan. 

Warga diminta menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Kalau tidak ada keperluan yang sangat penting, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Gunakan pakaian hangat saat cuaca dingin, konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup,” imbaunya.

Dinkes Makassar juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala flu berat, demam tinggi, atau kondisi kesehatan yang tidak membaik.

Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus menyampaikan, hingga saat ini jumlah kasus superflu yang terdiagnosis di Indonesia sebanyak 62 kasus.

Sebaran terbanyak berada di Provinsi Jawa Timur sebanyak 35 kasus.

Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak khawatir berlebihan. 

Menurutnya, kasus flu merupakan penyakit yang bersifat musiman dan biasanya meningkat pada periode tertentu.

“Puncak kasus flu itu terjadi pada Agustus hingga September 2025. Sekarang sudah Januari, sejak Desember angkanya sudah turun sangat signifikan,” ujar Benyamin saat di Makassar, Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan, flu yang saat ini beredar di masyarakat pada umumnya masih merupakan flu biasa, meskipun dengan tingkat infeksi yang sedikit lebih tinggi.

“Flunya flu biasa, hanya memang agak lebih infeksi sedikit. Tapi tidak seperti Covid-19,” tegasnya.

Wamenkes juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan.

Terutama di tengah musim hujan, dengan menerapkan pola hidup sehat serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala flu yang berat atau berkepanjangan. (*) 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved