Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Emas

Serangan AS ke Venezuela Picu Harga Emas Naik? Pengamat: Tidak Signifikan

Emas saat ini telah menjadi komoditas global yang pergerakan harganya dipengaruhi oleh banyak faktor.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Munawwarah Ahmad
Dokumen Pribadi/Prof Anas Iswanto Anwar
EKONOMI GLOBAL - Pengamat Ekonomi dari Unhas, Prof Anas Iswanto Anwar. Prof Anas menilai harga emas tidak terlalu terdampak signifikan akibat serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela. 

Ringkasan Berita:
  • Prof Anas Iswanto Anwar, menilai harga emas tidak terlalu terdampak signifikan akibat serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela
  • Ketegangan geopolitik Venezuela dan Amerika Serikat tidak berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Anas Iswanto Anwar, menilai harga emas tidak terlalu terdampak signifikan akibat serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela.

Menurut Prof Anas, dampak ini tidak dirasakan dalam jangka pendek karena Venezuela bukanlah negara produsen emas utama dunia.

Sehingga gangguan geopolitik di negara tersebut tidak serta-merta memengaruhi pasokan emas global.

Prof Anas menjelaskan, emas saat ini telah menjadi komoditas global yang pergerakan harganya dipengaruhi oleh banyak faktor.

Tidak hanya ekonomi, tetapi juga politik dan psikologis pasar.

“Dalam jangka pendek, saya melihat pengaruhnya (serangan AS ke Venezuela) sangat terbatas,” kata Prof Anas, kepada Tribun-Timur.com, di Makassar, Senin (5/1/2026).

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas ini menjelaskan, kenaikan harga emas biasanya terjadi apabila terjadi penurunan suplai atau peningkatan permintaan. 

Sementara dalam kondisi saat ini, kedua faktor tersebut belum menunjukkan perubahan signifikan.

“Kalau suplai berkurang atau permintaan naik, baru harga akan terdorong. Dalam kasus ini, belum ada indikasi ke arah sana,” jelasnya.

Meski demikian, Prof Anas menyebut tidak menutup kemungkinan adanya pengaruh psikologis pasar dalam jangka panjang. 

Namun ia menegaskan, untuk saat ini kondisi geopolitik tersebut belum menjadi pemicu utama kenaikan harga emas.

“Dalam jangka panjang mungkin ada pengaruh, tapi untuk jangka pendek ini tidak terlalu berdampak,” katanya.

Prof Anas juga menilai ketegangan geopolitik Venezuela dan Amerika Serikat tidak berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia.

Sebab, Indonesia tidak memiliki ketergantungan tinggi terhadap hubungan dagang dengan negara yang terdampak langsung konflik tersebut.

“Dampaknya ke kita tidak besar. Ekspor kita ke sana tidak banyak, impor juga tidak signifikan,” kata Prof Anas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved