Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Prakiraaan Cuaca

Daftar Daerah Sulsel Rawan Cuaca Ekstrem Januari 2026 versi BMKG, Selatan dan Barat

Wilayah paling berpotensi hujan di Parepare, Pangkep, Barru, Maros. Kondisi cuaca wilayah Selatan dan Barat.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
CUACA EKSTREM - Sejumlah pengendara di Makassar menerobos hujan deras beberapa waktu lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi dasarian pertama Januari 2026 akan diguyur hujan intensitas lebat hingga sangat lebat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Puncak musim hujan dihadapi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada pekan pertama Januari 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi dasarian pertama Januari 2026 akan diguyur hujan intensitas lebat hingga sangat lebat.

BMKG Wilayah IV Makassar adalah salah satu balai/region operasional dari BMKG bertugas menangani kegiatan BMKG di wilayah kerja tertentu, khususnya di Sulawesi dan sekitarnya.

BMKG sendiri adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas mengamati, menganalisis, memprakirakan, dan memberikan informasi tentang meteorologi (cuaca), klimatologi (iklim), kualitas udara, dan geofisika (mis. gempa/bencana alam) di seluruh Indonesia.

Wilayah IV Makassar adalah unit BMKG di Makassar yang menjadi pusat pelayanan dan koordinasi untuk pengamatan cuaca, iklim, gempa, peringatan dini cuaca ekstrem, dan data meteorologi–klimatologi–geofisika di wilayah cakupan BMKG Region IV (termasuk Sulawesi dan Maluku).

Balai ini juga menyebarkan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar dapat mengambil langkah keselamatan dan mitigasi bencana hidrometeorologi atau geofisika.

Lokasinya berada di Kota Makassar.

"Cuaca dasarian pertama terhitung 31 Desember 2025 sampai 7 Januari 2026, umum dominan hujan di Sulsel bagian Barat. Potensi hujan diangka 200 hingga 300 mm dalam tujuh hari," ujar Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Bimo saat membacakan datanya dihubungi pada Kamis (1/1/2026).

Artinya dalam satu meter persegi, potensi hujan sampai 200 hingga 300 liter.

Bimo menyebut dengan potensi hujan sudah masuk kategori ekstrem.

Wilayah paling berpotensi hujan di Parepare, Pangkep, Barru, Maros.

Kemudian Makassar, Gowa, Takalar hingga sebagian Jeneponto.

Potensi angin kencang juga mengancam khususnya di daerah wilayah Selatan.

Meliputi Bantaeng, Selayar, Jeneponto maupun Bulukumba.

"Beberapa wilayah lain (cuaca) normal. Intensitas hujan rendah. Di Wajo, Luwu, Sidrap dan sebagian Bone cenderung kering," sambungnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved