Tribun RT RW
Sosok Hasmira Harun Kembali Pimpin RT 02 RW 05: Semua Warga Adalah Keluarga
Kegiatan ini menegaskan peran aktif warga dalam memilih pemimpin di wilayah masing-masing.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelantikan Ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga (RT/RW) periode 2025–2030 se-Kota Makassar menjadi momentum penting bagi demokrasi di tingkat lingkungan.
Kegiatan ini menegaskan peran aktif warga dalam memilih pemimpin di wilayah masing-masing.
Prosesi pelantikan digelar di Lapangan Karebosi, Senin (29/12/2025) pagi, dan diikuti ribuan peserta.
Sebanyak 6.032 Ketua RT dan RW resmi dilantik dalam suasana tertib dan kekeluargaan.
Dari jumlah tersebut, terdapat 5.027 Ketua RT dan 1.005 Ketua RW yang mulai mengemban amanah sebagai ujung tombak pelayanan publik.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dan Ketua DPRD Kota Makassar Supratman turut menyaksikan pengucapan sumpah jabatan.
Salah satu yang dilantik adalah St Hasmira Harun, Ketua RT 02 RW 05 Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala.
Ibu rumah tangga ini memasuki periode ketiga masa pengabdiannya setelah memenangkan pemilihan yang berlangsung ketat.
Pemilihan Ketua RT di wilayah tersebut sempat berakhir imbang. Dari 41 Daftar Pemilih Tetap (DPT), tercatat 34 suara sah.
Hasmira dan pesaingnya masing-masing memperoleh 17 suara.
Penentuan pemenang akhirnya dilakukan melalui undian, dan Hasmira terpilih sebagai ketua.
Bagi Hasmira, pelantikan ini merupakan awal dari tanggung jawab besar.
Ia menyadari tugas Ketua RT tidak ringan, sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar agar RT dan RW berperan aktif mendukung pembangunan dan pelayanan publik.
“Pelantikan ini mengingatkan saya bahwa RT adalah pelayan warga,” ujar Hasmira.
Ia berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan, memperjuangkan kebutuhan warga, serta menjalankan program pemerintah kota dengan baik.
Hasmira juga menegaskan perannya sebagai penghubung antara warga dan pemerintah.
Menurutnya, tidak boleh ada sekat di tengah masyarakat.
“Semua warga adalah keluarga. Tugas saya menjaga kebersamaan, keadilan, dan memastikan pelayanan berjalan dengan baik,” katanya.
Pelantikan massal ini sekaligus menandai terwujudnya janji politik Pilkada 2024, yakni pemberian hak kepada warga untuk memilih langsung Ketua RT dan RW.
Ribuan RT dan RW terpilih kini menjadi garda terdepan pemerintahan partisipatif di Kota Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa jabatan RT dan RW bukan tugas mudah.
Mereka merupakan ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mulai dari menyerap aspirasi, menyelesaikan persoalan sosial, hingga memastikan pelayanan publik berjalan baik.
“RT dan RW adalah pelayan masyarakat. Mereka menjadi tempat warga menyampaikan aspirasi, keluhan, dan kebutuhan untuk diteruskan kepada lurah dan camat,” kata Munafri.
Ia juga menegaskan bahwa jabatan RT dan RW tidak bersifat politis.
Tidak boleh ada pengkotak-kotakan berdasarkan pilihan politik atau kepentingan tertentu.
Seluruh RT dan RW diminta bekerja bersama pemerintah kota demi pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
| Pemkot Makassar Kirim 9 Camat dan 9 Lurah Studi Tiru ke TPS3R Malang |
|
|---|
| Karuwisi Utara Bakal Integrasikan TPS3R dengan Urban Farming |
|
|---|
| Sembilan Camat dan Lurah Makassar Belajar Pengelolaan Sampah di Malang |
|
|---|
| Bangun Solidaritas, RT dan RW Karampuang Fun Gathering di Malino |
|
|---|
| Menjaga Lingkungan dari Etalase Toko, Kisah Idris Ketua RW 004 Untia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/St-Hasmira-Harun-Ketua-RT-02-RW-05-Kelurahan-Boron.jpg)