Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SAKSI KATA

'Kami Sudah Memaafkan' Kenangan Peristiwa Bom Gereja Katedral Makassar 2021

Mata Verdy tampak berkaca-kaca menceritakan peristiwa bom yang diduga dilakukan Lukman bersama istrinya YSR, dan menewaskan keduanya.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
DAMAI NATAL - Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) Dewan Paroki Gereja Katedral Makassar, Verdy (56) menunjukkan 'Monumen Pengampunan' peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar 28 Maret 2021 saat ditemui tribun, Selasa (23/12/2025). Bagi Verdy, peristiwa itu sangat memilukan. Ingatannya belum menghapus memory kelam itu. 

Ringkasan Berita:
  • Verdy adalah Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) Dewan Paroki Gereja Katedral Makassar.
  • Kala itu, Verdy tak berada di lokasi. Namun, ia mengaku mendengar suara ledakan yang ditimbulkan.
  • Rumah Verdy, tak jauh dari rumah Jabatan Wali Kota Makassar, di Jl H I A Saleh Daeng Tompo, Kelurahan Losari, Kecamatan Ujung Pandang.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - "Kami sudah maafkan, kami tak ada dendam," ucap Verdy (56) mengenang peristiwa bom bunuh diri pada 28 Maret 2021 lalu di Gereja Katedral, Jl Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Selasa (23/12/2025).

Verdy adalah Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) Dewan Paroki Gereja Katedral Makassar.

Kala itu, Verdy tak berada di lokasi. Namun, ia mengaku mendengar suara ledakan yang ditimbulkan.

Rumah Verdy, tak jauh dari rumah Jabatan Wali Kota Makassar, di Jl H I A Saleh Daeng Tompo, Kelurahan Losari, Kecamatan Ujung Pandang.

Jaraknya dari Gereja Katedral Makassar, Jl Kajaolalido, sekitar, 3,2 kilometer atau delapan menit waktu tempuh.

"Saya itu hari kebetulan di rumah, tapi (suara ledakannya) kedengaran sampai di rumah" ungkapnya.

Setelah mendengar ledakan itu, ia pun bergegas ke Gereja Katedral Makassar.

Tiba di lokasi, ia mengaku sudah mendapati beberapa korban akibat ledakan.

Salah satu korban itu, kata Verdy adalah Bopto, penggayuh becak yang kerap mangkal di sisi selatan Gereja Katedral Makassar.

"Beliau tukang becak, biasa tunggu penumpang di luar gereja," katanya.

Baca juga: Video Lebih Dekat Katedral Makassar, Gereja Legendaris Kota Daeng Muat Ribuan Jamaah

Peristiwa kelam itu, ia ungkapkan di sela proses dekorasi altar gereja yang dibangun pada 1898 dan rampung 1900 ini.

Bagi Verdy, peristiwa itu sangat memilukan. Ingatannya belum menghapus memory kelam itu.

Meski demikian, ia mengaku tak menaruh dendam. Sebab baginya, memaafkan jauh lebih mulia.

"Kalau traumatik-traumatik itu enggak ya. Cuma buat saya secara manusiawi ya, kalau saya lihat, kasihan, sayang," katanya melepas kacamata lalu menyeka air mata.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved