Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nataru 2025

Puncak Arus Mudik Nataru di Bandara Sultan Hasanuddin Hari Ini, 5 Provinsi Tujuan Dominasi Penumpang

Sejumlah rombongan penjemput penumpang berkumpul di depan pintu keluar terminal.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
PUNCAK MUDIK - Puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin diperkirakan akan terjadi hari ini, Minggu (21/12/2025).diperkirakan terjadi sekitar 38.000 pergerakan penumpang dengan 250 pergerakan pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin diperkirakan akan terjadi hari ini, Minggu (21/12/2025).

Pantauan Reporter Tribun-Timur.com, Nurul Hidayah di lokasi, penumpang tampak memadati area check-in untuk proses validasi berkas keberangkatan ke berbagai daerah tujuan.

Kepadatan juga terlihat di area terminal keberangkatan.

Sejumlah rombongan penjemput penumpang berkumpul di depan pintu keluar terminal.

Beberapa penyedia jasa transportasi bandara terlihat siaga menyambut penumpang yang tiba, sekaligus mengatur arus penjemputan agar tetap tertib.

PUNCAK MUDIK - Puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru)12
PUNCAK MUDIK - Puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin diperkirakan akan terjadi hari ini, Minggu (21/12/2025).diperkirakan terjadi sekitar 38.000 pergerakan penumpang dengan 250 pergerakan pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Sekira 50 meter dari pintu keluar terminal, petugas bandara bersiaga di Posko Angkutan Nataru.

Di dinding posko terpampang grafik pergerakan penumpang, informasi cuaca, hingga data operasional penerbangan.

PGS Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, pada puncak arus mudik ini, diperkirakan terjadi sekitar 38.000 pergerakan penumpang dengan 250 pergerakan pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

“Hari ini prediksi kami memang puncak arus mudik atau arus keberangkatan. Seperti yang terlihat, baik di kedatangan maupun keberangkatan sudah mulai terjadi peningkatan jumlah orang, termasuk yang datang untuk menjemput maupun yang akan melakukan perjalanan,” kata Taufan ditemui di Posko Angkutan Nataru.

Terkait kesiapan bandara, Taufan menegaskan operasional pelayanan tetap berjalan optimal dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami memang tidak ada persiapan khusus, tapi kami selalu mendirikan posko. Posko Nataru ini sudah kami dirikan sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026,” ujarnya.

Ia mengatakan, posko tersebut didukung penuh oleh berbagai stakeholder bandara, mulai dari maskapai, Otoritas Bandara, TNI-Polri, Dinas Perhubungan, hingga instansi terkait lainnya.

“Kami selalu berkoordinasi, termasuk dengan BMKG, karena kondisi cuaca saat ini juga tidak menentu. BMKG rutin memberikan informasi pergerakan cuaca kepada kami,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai juga telah mengajukan penerbangan tambahan.

Hingga saat ini, dari tanggal 15 sampai 20 Desember, sudah ada sekitar 28 extra flight.

Extra flight tersebut dilayani sejumlah maskapai, di antaranya Sriwijaya Air, Batik Air, dan Lion Air, dengan rute favorit seperti Jakarta, Timika, dan Denpasar.

“Selain itu juga ada rute ke Biak dan Nabire,” tambahnya.

Sejak Posko Nataru dibuka, tercatat hingga Sabtu (20/12/2025) jumlah pergerakan pesawat mencapai 1.394 penerbangan dengan total 180.618 pergerakan penumpang.

Taufan menyebutkan, jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun lalu, tidak terjadi lonjakan yang terlalu signifikan.

“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, peningkatannya tidak terlalu signifikan. Namun, dari hari ke hari memang terlihat adanya tren kenaikan,” katanya.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, mengatakan Bandara Sultan Hasanuddin memiliki peran strategis sebagai bandara transit utama yang menghubungkan Indonesia Barat dan Indonesia Timur.

Utamanya saat perayaan Natal yang banyak dimanfaatkan masyarakat di kawasan timur Indonesia.

“Bandara ini menjadi bandara transit bagi penumpang yang pulang ke wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua. Karena itu kami melakukan berbagai antisipasi,” jelasnya.

Sementara itu,  puncak arus kedatangan atau arus balik diperkirakan terjadi pada 4 Januari 2026 dengan jumlah penumpang sekitar 30.000 orang.

Ia pun memastikan kapasitas terminal masih memadai untuk menampung penumpang yang datang dan berangkat maupun transit pada momen ini.

Saat ini, Bandara Sultan Hasanuddin memiliki kapasitas 15 juta penumpang per tahun, meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya 7 juta penumpang.

“Dengan kapasitas terminal yang ada sekarang, kondisi bandara masih cukup longgar dan tidak terlalu berhimpitan,” bebernya.

Salah seorang penumpang Suryati hendak menuju Sorong.

Ia mengaku tetap melakukan perjalanan meski harga tiket pesawat mengalami kenaikan menjelang Natal.

Ia mengatakan, harga tiket dari Makassar menuju Sorong saat ini cukup tinggi dibanding hari normal.

“Sekarang harga tiket Makassar–Sorong sekitar Rp1,8 juta. Kalau sebaliknya dari Sorong ke Makassar bisa sampai Rp5 jutaan. Padahal normalnya sekitar Rp1,4 juta,” ujarnya.

Meski demikian, ia tetap memilih berangkat karena ingin merayakan Natal dan harus bekerja.

Ia berharap pemerintah dan maskapai dapat menekan harga tiket pesawat, khususnya pada momen libur besar seperti Natal dan Tahun Baru.

“Mudah-mudahan ke depan harga tiket bisa lebih murah, supaya masyarakat juga lebih terbantu,” katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved