Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nataru 2025

Polres Luwu Siapkan 361 Personel, Luwu Jadi Titik Jenuh Pengendara

Adnan menjelaskan, pihaknya menyiapkan sebanyak 361 personel untuk mendukung pengamanan Nataru.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
OPERASI LILIN 2025 - Kasat Lantas Polres Luwu, Sulawesi Selatan, AKP Syarifuddin saat ditemui di ruangan Unit Laka Lantas, Jumat (19/12/2025). Selama Operasi Lilin, ia memprediksi akan ada 1.000 kendaraan yang melintas. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Polres Luwu menyiapkan ratusan personel mengamankan perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, memimpin apel gelar pasukan di Halaman Mapolres Luwu, Kota Belopa, Jumat (19/12/2025) pagi.

Adnan menjelaskan, pihaknya menyiapkan sebanyak 361 personel untuk mendukung pengamanan Nataru.

Personel ini akan berjaga selama Operasi Lilin dimulai tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Personel itu nantinya akan disebar di empat titik.

Diantaranya Pos Terpadu Kota Belopa, Pos Pelayanan Bandara Bua, Pos Pengamanan Walenrang, dan Pos Pengamanan Ponrang.

"Kami juga menetapkan sejumlah titik prioritas pengamanan baik pada perayaan Natal maupun malam pergantian tahun,” jelas alumni Akpol 2004 itu.

Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Sarifuddin menyebut, Pos Terpadu Belopa akan menjadi pusat kendali ketiga pos lainnya.

Menurutnya, akan ada tiga regu yang berjaga di setiap satu Pos Operasi Lilin.

Ini dilakukan demi menjaga kelancaran pemudik yang melintas di daerah Luwu.

"Apalagi ini bertepatan dengan libur anak sekolah. Ada beberapa tempat wisata yang sudah kita identifikasi yang pasti akan dikunjungi masyarakat. Dan kita sudah tentukan sistem pengamanannya," jelas Sarifuddin saat ditemui di ruangan Unit Laka Lantas Polres Luwu sekitar pukul 09.50 Wita pagi.

Syarifuddin menerangkan potensi kecelakaan lalu lintas yang bisa terjadi selama Nataru.

Sebab Kabupaten Luwu merupakan daerah lintasan penghubung tiga provinsi.

Diantaranya Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Melihat kondisi itu, Syarifuddin menilai, Luwu menjadi daerah titik jenuh bagi pengendara.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved