Kondisi Jalan Hertasning–Aroepala Makassar Sehari Setelah Groundbreaking Andi Sudirman
Alat berat itu satu double drum roller, satu asphalt paver dan dua pneumatic tryred roller.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman groundbreaking proyek preservasi Jalan Hertasning-Jalan Aroepala, Kota Makassar, Rabu (17/12/2025).
Groundbreaking ini menandai dimulainya perbaikan jalan rusak sepanjang 3,60 kilometer (Km) tersebut.
Pengerjaannya selama tiga tahun, 2025-2027.
Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala masing-masing diperbaiki 1,80 Km.
Sehari pasca groundbreaking, Kamis (18/12/2025), belum ada tanda-tanda jalan diperbaiki.
Pantauan Tribun-Timur.com Kamis siang, empat alat berat terparkir di Jalan Hertasning, tepatnya di seberang rumah jabatan Ketua DPRD Makassar.
Alat berat itu satu double drum roller, satu asphalt paver dan dua pneumatic tryred roller.
Sementara kondisi sepanjang Jalan Hertasning-Jalan Aroepala semakin berlubang.
Jalan berlubang berada di depan Rumah Sakit Grestelina. Jalan berlubang sekira 5-10 sentimeter.
Jalan belubang didapati pula sebelum SPBU 7490250 Aroepala. Kedalaman lubang sekira 20 sentimeter.
Hanya sekira 500 meter dari SPBU, jalan berlubang dan tergenang banyak ditemui di sisi kiri Jalan Aroepala dari arah Makassar menuju Samata, Kabupaten Gowa.
Lokasi ini menjadi titik rawan kemacetan setiap hari. Selain jalan rusak, U-turn dan volume kendaraan tinggi di jam tertentu menjadi penyebab.
Sebelum tugu perbatasan ada empat Pak Ogah yang membiarkan pengendara memutar balik.
Padahal lokasi itu bukan U-turn karena road barrier terpasang. Namun, road barrier itu dibuka, makanya menjadi biang kemacetan.
Sementara dari arah Samata keluar Jl AP Pettarani, Makassar, kondisi jalan hampir sama.
Jalan bergelombang dan berlubang.
Lubang jalan ditambal dengan paving blok.
Kondisi ini bisa dilihat di sepanjang Jl Aroepala, mulai jalan masuk Minasa Upa hingga depan Primaya Hospital.
Kemudian jalan berlubang dan bergelombang ditemui lagi pasca melewati Jembatan Aroepala-Hertasning.
Makanya, di lokasi ini menjadi titik rawan kemacetan pula. Pengendara menurunkan kecepatan dan terdapat pula pemutaran balik.
Pas di depan Lapangan Hertasning ada lubang menganga. Dua warga menimbun jalan berlubang menggunakan tanah dan batu.
Lokasi ini menjadi titik macet.
Jalan rusak, pertemuan kendaraan dari Jalan Hertasning dan Jalan Tidung serta adanya putaran balik depan menjadi penyebabnya.
Pengemudi online Kusnadi mengatakan, Jalan Hertasning-Jalan Aroepala sudah sepatutnya diperbaiki.
Alasannya, jalan sudah banyak berlubang. Ketika hujan tergenang. Situasi ini sangat membahayakan pengendara.
“Menganggu kenyamanan berkendara. Jangan sampai ada kejadian baru ada tindakan,” katanya saat ditemui Tribun-Timur.com, Kamis (18/12/2025).
Ia menyampaikan, pengerjaan jalan selama dua tahun cukup lama.
Tentu akan menambah kemacetan.
Warga yang bermukim di Hertasning dan Samata pasti terdampak.
Ia menyarankan agar petugas Dinas Perhubungan (Dishub) diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas.
“Kalau saya itu harus difungsikan betul (petugas Dishub),” pinta lelaki yang berbaju merah dengan garis hitam dan putih ini.
Kusnadi menyebut, kemacetan di Jalan Hertasning-Jalan Aroepala di hari biasa saja sangat parah.
Ia pernah menghabiskan waktu sejam dari Jalan Hertasning, selepas SPBU 74.902.02 ke perbatasan Makassar-Gowa.
Padahal jaraknya cuma sekira tiga kilometer.
“Kalau macet betul, bisa sejam,” sebutnya.
Jalan alternatif telah disiapkannya kalau Jalan Hertasning-Jalan Aroepala diperbaiki dan macet.
Opsinya, Jalan Toddopuli X-Jalan Puri Raya-Jalan Inspeksi Kanal II.
Tembusnya di dekat tugu tugu perbatasan Makassar-Gowa.
Selain itu, Jalan Toddopuli X-Jalan Waduk Tunggu Pampang-Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara, keluarnya nanti di Jalan Tun Abdul Razak.
Namun, kata dia, ruas jalan tersebut juga setiap harinya sudah macet parah.
“Ini juga sudah potensi kemacetan, belum diperbaiki saja (Jalan Hertasning-Jalan Aroepala) sudah macet, apalagi kalau diperbaiki,” ucapnya. (*)
| Arief Rosyid: Syekh Yusuf Tidak Hanya Diakui di Makassar Tetapi Skala Internasional |
|
|---|
| Asmo Sulsel Perkuat Kualitas Layanan AHASS Lewat Technical Skill Contest 2026 |
|
|---|
| Manajemen UC dan FIKK UNM Juara PSYSport Cup Yearly Volume II |
|
|---|
| Dispora Makassar Fokus Kembangkan Skill Pemuda |
|
|---|
| Kelompok Tani di Makassar Kini Bisa Dapat Bibit dan Media Tanam, Ini Caranya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PERBAIKAN-JALAN-Kepadatan-kendaraan-di-Jalan-Aroepala-Kota-Makassar.jpg)