Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Poadcast Tribun Timur

Profesi Mulia yang Terus Teruji: PGRI Kupas Ancaman Kriminalisasi Guru di Era Digital

Bertepatan peringatan 80 Tahun PGRI, Tribun Timur menghadirkan Ketua PGRI Kota Makassar Dr. Panca Nurwahidin, S.Pd., M.Pd.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
Tribunnews.com/TRIBUN TIMUR
POADCAST TRIBUN - Ketua PGRI Kota Makassar Dr. Panca Nurwahidin, S.Pd., M.Pd. Panca Nurwahidin, S.Pd., M.Pd membahas 'Profesi Mulia dan Ancaman Kriminalisasi' dalam podcast Bincang Kota, Senin (24/11/2025). 

Narsum : Jadi kurikulum itu seyogianya itu terjadi perubahan dinamis. 

Dinamisasinya karena tergantung dengan perubahan dan tantangan zaman juga. 

Perubahan dari kurikulum kolonial, kurikulum 75 kemudian kurikulum 87, 98, kemudian 2000, 2008 dan seterusnya. Itu semua adalah perubahan-perubahan zaman kita.

Tidak benar juga kalau ada istilah ganti menteri ganti kurikulum. Sangat tergantung problematika dan tantangan apa yang dihadapi. 

Perubahan kurikulum apapun menurut pandangan kami yang berperan penting adalah gurunya. Guru yang berhadapan langsung dengan anak-anak didik kita. 

Sehingga tinggal guru beradaptasi dengan perubahan-perubahan itu. Baik perubahan zaman, perubahan kurikulum, gurulah yang terdepan.

Maka kalau ada tagline ya, apapun kurikulumnya yang berperan adalah gurunya. Jadi peran guru lain ini harus kita dukung untuk didorong supaya setiap saat beradaptasi. 

Tidak hanya beradaptasi dengan kurikulum, pengambil kebijakan di atas juga memotret perubahan-perubahan zaman dan tantangan itu sehingga mengambil kebijakan ada perubahan kurikulum.

Tetapi di samping itu guru juga harus beradaptasi, tidak hanya beradaptasi kurikulum juga beradaptasi di perubahan zaman dan juga menggunakan pendekatan melihat kondisi sosial kemasyarakatan di sekitarnya.

Misalnya sekolahnya di wilayah laut atau banyak komunitas nelayan, lalu kurikulumnya kurikulum umum dipakai untuk wilayah perkotaan, kan tidak kontekstual jadinya penerapan pembelajaran berbasis wilayah nelayan di situ. 

Host : Berarti disesuaikan dengan karakteristik juga Pak ya?

Narasumber : Iya. Semoga Pak Menteri kita mensosialisasikan pembelajaran mendalam tidak mesti apa yang terjadi di Jawa dibawa ke Makassar, tidak mesti di pusat kota Makassar dibawa konteksnya ke wilayah pesisir misalnya di Ujung Tanah, di pulau. 

Mereka semua mengimplementasikan kurikulum itu berdasarkan konteks wilayahnya, kulturnya seperti apa. Sehingga anak-anak mendalam menerima materinya.

Misalnya anak-anak buat kegiatan ekstrakurikuler, dia sumber-sumber bahannya itu wilayah pantai, wilayah laut, mungkin ada ikan dijadikan abon misalnya. Jadi mereka paham betul, ini sesuai dengan kebutuhan saya di lapangan.

Host : Masukan atau opini pribadi terkait perjalanan panjang PGRI sampai 80 tahun? 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved