Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Setahun Melayani, Capaian PNBP Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar Hampir 200 Persen

Friece Sumolang mengatakan konferensi pers itu digelar sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Muslimin Emba/Tribun Timur
KANTOR IMIGRASI - Konferensi pers capaian setahun Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulsel, Friece Sumolang dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, Abdi Widodo Subagio, di kantor Imigrasi Makassar, Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (20/10/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hari ini genap setahun, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, melayani masyarakat, Senin (20/10/2025).

Usia setahun ini, seiring usai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Di mana di awal kepemimpin Prabowo-Gibran, Imigrasi tidak lagi dinaungi Kementerian Hukum dan HAM.

Hal itu seiring dengan pembentukan kementrian baru yaitu Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dipimpin Jenderal Polisi (Purn) Agus Andrianto.

Setahun memberikan pelayanan ke masyarakat, kantor imigrasi yang berlokasi di Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, ini merilis hasil kinerjanya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulsel, Friece Sumolang, mengatakan konferensi pers itu digelar sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Selain itu, pemaparan hasil kinerja jajarannya itu, juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai pencapaian dan inovasi layanan keimigrasian.

Terlebih saat ini layanan keimigrasian kata dia, semakin modern dan berbasis digital.

Friece menjelaskan, dari 13 program akselerasi nasional, enam  di antaranya secara spesifik berkaitan dengan keimigrasian.

Satu diantaranya adalah pelayanan keimigrasian berbasis digital, yang mencakup layanan paspor, izin tinggal, dan informasi publik melalui sistem daring.

Program berikutnya adalah pengembangan autogate di bandara internasional Sultan Hasanuddin dalam rangka mempercepat proses kedatangan dan keberangkatan.

"Alhamdulillah sekarang sudah ada jam khusus penerbangan internasional," kata Friece.

Selain itu, Imigrasi Sulsel kata dia, juga memperkuat pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan manusia.

Salah satunya dengan program "Desa Binaan Imigrasi" telah mendapat apresiasi pada pertemuan Dirjen Keimigrasian se-ASEAN sebagai model pencegahan yang efektif.

Kemudian Memperkuat pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) khususnya saat pelaksanaan program haji.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved