Baru 46 Persen Pekerja di Sulsel Tercover BPJS Ketenagakerjaan, Ada Apa?
Dari total 1.417.143 pekerja formal, sebanyak 978.421 orang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Sulawesi Selatan masih rendah. Data BPJS Ketenagakerjaan mencatat baru 46 persen pekerja yang terlindungi program jaminan ketenagakerjaan.
Dari total 1.417.143 pekerja formal, sebanyak 978.421 orang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, dari 1.454.039 pekerja informal, hanya 332.148 orang yang terdaftar.
Secara keseluruhan, jumlah pekerja yang tercover mencapai 1.310.569 orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Jayadi Nas, menegaskan perusahaan wajib memenuhi hak pekerja dengan memberikan jaminan ketenagakerjaan.
Ia menyebut pihaknya telah mengingatkan sejumlah perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban tersebut.
“Kami menyurati perusahaan yang mengurus izin usaha, tetapi belum mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan. Ini harus diantisipasi, termasuk pada sektor jasa konstruksi dan proyek tender jangka pendek. Semua pekerja harus mendapat perlindungan,” kata Jayadi di Makassar, Minggu (28/9/2025).
Jayadi menambahkan, izin usaha tidak akan diterbitkan jika perusahaan tidak menjamin kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Kita tidak berikan izin beroperasi sebelum jelas. Itu sudah menjadi persyaratan,” tegasnya.
BPJS Ketenagakerjaan sendiri memiliki lima program perlindungan.
Antara lain jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, serta jaminan kehilangan pekerjaan.
Program ini mencakup santunan kematian, biaya pengobatan, manfaat pensiun bulanan, hingga beasiswa anak peserta.
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nurgiyanto, menyebut tiga daerah dengan tingkat kepesertaan tertinggi ada di wilayah utara Sulsel, yakni Tana Toraja, Luwu, dan Palopo.
Di Tana Toraja, 52.862 dari 72.320 pekerja terdaftar (73,09 persen). Di Luwu, 76.404 dari 110.330 pekerja terdaftar (69 persen).
Sedangkan di Palopo, 39 ribu dari 61 ribu pekerja terdaftar (64 persen).
Sementara itu, tiga daerah dengan tingkat kepesertaan terendah adalah Gowa, Jeneponto, dan Takalar.
Takalar menempati posisi terbawah, dengan hanya 23 ribu pekerja yang tercover dari total 94 ribu pekerja.
| Kartu Nusuk Kini Dibagikan di Asrama Haji Sudiang Makassar |
|
|---|
| Kolom Teropong, Bandel |
|
|---|
| Lebih dari 800 UMKM Ramaikan CFD Boulevard Makassar, Kecamatan Fokus Tata Kawasan |
|
|---|
| Kemenhaj Sulsel: Konflik Timur Tengah Tak Hambat Ibadah Haji, Rute Bisa Berubah |
|
|---|
| Dikukuhkan Presiden Prabowo Subianto, Prof Hasnawi Haris Jadi Formatur PB IPSI 2026–2030 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PHK-Massa-yang-tergabung-dalam-Aliansi-Buruh-Outsorcing-Serikat-Pekerja-Jakarta.jpg)