Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mutasi Polri 2025

Irjen Rusdi Hartono Dimutasi Sebulan Usai Gedung DPRD Sulsel Dibakar

Belum genap setahun, Irjen Rusdi Hartono ditarik ke Mabes Polri sebulan setelah gedung DPRD Makassar dibakar

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ari Maryadi
Muslimin Emba/Tribun Timur
DITARIK KE MABES - Mantan Kapolda Sulsel Irjen Rusdi Hartono. Lulusan Akpol 1991 itu ditarik ke Mabes sebulan setelah gedung DPRD Makassar dibakar massar. 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Kapolda Sulsel Irjen Rusdi Hartono dimutasi sebulan usai pembakaran gedung DPRD Makassar dan DPRD Sulsel.

Lulusan Akpol 1991 itu hanya 6 bulan menjabat di Kota Daeng.

Ia memegang tongkat komando Polda Sulsel sejak 12 Maret 2025 menggantikan Irjen Yudhiawan Wibisono.

Belum genap setahun, Irjen Rusdi Hartono ditarik ke Mabes Polri.

Posisinya digantikan kawan seangkatannya sesama alumni Akpol 1991 Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro.

Kasus pembakaran gedung DPRD Makassar dan DPRD Sulsel jadi perhatian nasional.

Dua gedung wakil rakyat itu dibakar massa pada Jumat (29/8/2025).

3 orang meninggal dunia akibat pembakaran gedung DPRD Makassar.

Ada pula korban tewas dalam aksi unjuk rasa di Jalan Urip Sumoharjo.

Nama Irjen Rusdi Hartono masuk dalam daftar mutasi terbaru Porli bernomor ST/ 2192 /X/KEP./2025 tertanggal 24 September 2025.

Prabowo Sebut Pembakar DPRD Makar

Prabowo menilai aksi pembakaran gedung DPRD di Kota Makassar adalah tindakan makar.

Menurutnya pembakaran gedung DPRD di sejumlah daerah dilakukan oleh orang-orang yang berniat untuk menciptakan kerusuhan, bukan untuk menyampaikan pendapat.

"Kita lihat di banyak tempat, gedung DPRD, ini adalah instansi negara yang menjalankan kedaulatan negara, alat demokrasi, dibakar. Jadi niatnya bukan menyampaikan pendapat, niatnya adalah bikin rusuh, niatnya adalah mengganggu kehidupan rakyat," kata Prabowo di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Senin (1/9/2025).
 
Prabowo juga menyinggung kebakaran gedung DPRD Makassar yang menyebabkan 4 orang aparatur sipil negara (ASN) menjadi korban.

Menurut dia, kejadian itu semakin menegaskan bahwa aksi itu bukanlah penyampaian pendapat karena korban yang jatuh  bukanlah orang-orang yang berpolitik.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved