Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penjarah ATM saat Demo Rusuh DPRD Makassar Bertambah Jadi 15 Orang

"Untuk kasus ATM, sudah bertambah lima orang. Ini masih kami dalami," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Arya

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
Muslimin Emba Tribun Timur
TAWURAN MAKASSAR — Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Selasa (23/9/2025). Polisi buru aktor intelektual di balik konflik warga Tallo. 

TRIBUN-TIMUR.COM – Jumlah pelaku penjarahan mesin ATM di Kantor DPRD Kota Makassar bertambah menjadi 15 orang.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka.

"Untuk kasus ATM, sudah bertambah lima orang. Ini masih kami dalami," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Arya, Selasa (24/9/2025).

Arya mengatakan, penyidik masih mendalami keterlibatan para pelaku baru, termasuk pihak yang menyiapkan alat-alat untuk membongkar mesin ATM.

"Terutama siapa yang menyiapkan alatnya, siapa yang menyuruh, atau mereka dapat informasi dari mana. Masih kami dalami," tambahnya.

Dari total 15 pelaku, lima lainnya kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Dari 10 tersangka, sekarang bertambah lima lagi. Lima lainnya masih DPO dan sedang kami cari," jelas Arya.

Sebelumnya, 10 dari 53 orang yang ditangkap dalam aksi demonstrasi berujung rusuh ditetapkan sebagai tersangka penjarahan mesin ATM.

 Mereka dihadirkan dalam konferensi pers bersama 43 tersangka lainnya di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Wajo, Selasa (16/9/2025).

Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu unit bajai yang digunakan untuk mengangkut mesin ATM, serta barang-barang hasil jarahan seperti perlengkapan motor racing dan stik billiard.

Satu dari 10 pelaku diketahui masih berstatus anak di bawah umur.

Aksi penjarahan terjadi dalam kerusuhan yang berlangsung pada Jumat-Sabtu, 29–30 September 2025, di Kota Makassar.

Dua gedung pemerintahan, yakni DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulsel, dibakar massa dalam kerusuhan tersebut.

Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden itu.

Tiga korban adalah staf DPRD Kota Makassar, yakni Muh Akbar Basri (26), Sarinawati (25), dan Saiful Akbar (41), yang terjebak dalam gedung terbakar.

Satu korban lainnya, Rusmadiansyah alias Dandi (26), seorang driver ojek online, tewas setelah dikeroyok massa karena diteriaki sebagai intel.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved