Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Fly Jaya Terbang Perdana di Sulsel

Fly Jaya Terbang Perdana di Sulsel, Pengamat Transportasi: Mobilitas Warga Makin Mudah

Nur Syam Aksa menilai program ini sebagai langkah positif untuk memperkuat jaringan transportasi udara sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. 

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sudirman
Ist
AKSES TRANSPORTASI - Pengamat Transportasi UIN Alauddin Makassar, Nur Syam Aksa. Nur Syam Aksa mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menyediakan akses transportasi yang mudah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat Transportasi UIN Alauddin Makassar, Nur Syam Aksa, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyediakan akses transportasi yang mudah.

Pemprov Sulsel sebelumnya resmi meluncurkan program penerbangan bersubsidi bekerja sama dengan Fly Jaya Airlines menggunakan pesawat ATR 72-500. 

Program ini membuka konektivitas baru dari Makassar menuju Selayar, Bone, Toraja, Masamba, hingga Sorowako, termasuk rute Bone–Kendari dan Bone–Balikpapan.

Nur Syam Aksa menilai program ini sebagai langkah positif untuk memperkuat jaringan transportasi udara sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. 

“Pemerintah saya lihat ingin menghidupkan kembali rute-rute yang selama ini minim penumpang atau bahkan belum berjalan,” katanya, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Sabtu (13/9/2025).

Baca juga: Sulsel Jadi Provinsi Pertama Penerbangan Fly Jaya Setelah Pulau Jawa, Kini Bidik Pulau Kalimantan

Dosen Teknik PWK UIN Alauddin Makassar Bidang Transportasi itu menjelaskan, salah satu faktor rendahnya minat masyarakat pada rute tertentu adalah tarif yang relatif tinggi. 

Dengan adanya subsidi ini, kata dia, tarif menjadi lebih terjangkau sehingga maskapai punya peluang untuk mengembangkan layanan. 

“Kalau kondisi sudah normal dan penumpang meningkat, subsidi ini bisa dikurangi atau bahkan dihapus. Tapi pada tahap awal, subsidi penting untuk memacu pertumbuhan,” jelasnya.

Nur Syam menyebut, program ini juga berfungsi mengoptimalkan pemanfaatan bandara-bandara daerah yang telah dibangun dengan biaya besar. 

Sebab, bandara yang sudah tersedia harus menjadi simpul transportasi dan pusat pertumbuhan ekonomi daerah. 

“Kalau bandara berfungsi maksimal, efeknya akan langsung dirasakan masyarakat,” sebutnya.

Nur Syam merincikan, ada tiga tujuan pokok program subsidi penerbangan Sulsel tersebut.

Pertama, memberikan pilihan alternatif transportasi bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mobilitasnya. 

Kedua, mengembangkan sistem pelayanan angkutan udara antarbandara yang telah ditetapkan. 

Ketiga, menjadikan bandara sebagai simpul pertumbuhan ekonomi daerah. 

“Program ini harus dikelola tepat sasaran agar benar-benar memberi manfaat luas,” kata Nur Syam.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved