Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kasur hingga Elektronik Rusak, Warga Desa Tabah Luwu Berjuang Bangkit Pasca Banjir

Kendati demikian, warga kini dihadapkan pada kerugian besar akibat perabot rumah tangga yang rusak.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
BANJIR LUWU - Warga Desa Tabah, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumianti, saat melihat harta benda miliknya pasca banjir yang merendam rumahnya hingga, Minggu (14/6/2026) sore. Pasca banjir, warga kini dihadapkan pada kerugian besar akibat perabot rumah tangga yang rusak. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Banjir merendam Desa Tabah, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mulai surut sejak Minggu (14/6/2026) sore.

Kendati demikian, warga kini dihadapkan pada kerugian besar akibat perabot rumah tangga yang rusak.

Ditambah kebutuhan pokok pasca banjir yang mulai menipis.

Senin, (15/6/2026) pagi, warga terlihat membersihkan rumah yang dipenuhi lumpur sisa luapan Sungai Poringan.

Kasur, lemari, pakaian, hingga peralatan elektronik dijemur di halaman rumah dengan harapan masih bisa digunakan kembali.

Seorang warga, Jumianti, mengatakan banjir yang merendam rumahnya menyebabkan sejumlah barang berharga mengalami kerusakan.

"Ada barang elektronik yang rusak, kasur dan peralatan dapur juga banyak yang tidak bisa digunakan lagi. Dinding belakang dapur juga rusak karena papannya lapuk setelah lama terendam air," kata Jumianti kepada Tribun, Senin (15/6/2026) pagi.

Wanita berbaju kaos cokelat saat ditemui ini, berupaya bangkit secara perlahan dengan membersihkan rumah dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.

Namun, keterbatasan air bersih menjadi kendala utama dalam proses pemulihan.

"Kami sangat membutuhkan air bersih karena sumur masih terendam dan airnya belum layak digunakan. Selain itu, warga juga membutuhkan bahan makanan dan perlengkapan bayi," pintanya.

Selain kerugian materi, warga masih dihantui rasa khawatir akan ancaman buaya yang kerap muncul saat banjir melanda kawasan tersebut.

Jumianti mengaku kemunculan buaya bukan hal baru bagi warga Desa Tabah.

Saat debit sungai meningkat, reptil tersebut sering terlihat mendekati permukiman.

"Kalau banjir biasanya buaya naik ke darat. Kami takut, apalagi banyak anak-anak di sekitar rumah. Setelah air surut pun kadang masih ada yang bersembunyi di bawah pohon atau dekat kandang ayam," ungkapnya.

Meski demikian, warga tetap berusaha memulihkan kondisi lingkungan mereka.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved