Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sudah 3 Pekan Hilang di Selat Hormuz, Apa Kabar Kapten Miswar?

Dia tercatat sebagai nakhoda Kapal Musaffah 2 yang berangkat menuju Selat Hormuz bersama dengan enam kru lain.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
CAPT MISWAR - Istri Capt Miswar Marliani Ahmad, saat memegang bingkai foto suaminya Capt Miswar setelah insiden ledakan kapal di Selat Hormuz. Sebulan setelah insiden itu terjadi, keluarga belum menerima informasi terbaru dari perusahaan dan KBRI Oman. (Sumber: muh sauki) 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Tiga pekan pasca dilaporkan hilang kontak, Jumat (7/3/2026) di perairan Selat Hormuz, perusahaan dan KBRI Oman belum menemukan keberadaan Capt Miswar.

Capt Miswar merupakan pelaut asal Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yang dilaporkan mengalami insiden ledakan saat menjalankan tugas di perairan Timur Tengah.

Dia tercatat sebagai nakhoda Kapal Musaffah 2 yang berangkat menuju Selat Hormuz bersama dengan enam kru lain.

Capt Miswar merupakan alumni angkatan ke-15 sekolah pelayaran yang kini dikenal sebagai Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.

Ipar Capt Miswar, Sumarlin Ahmad (41), mengaku pihak keluarga belum mendapat kabar mengenai perkembangan pencarian dari perusahaan Abu Dhabi Ports tempat dia bekerja.

Begitu juga dengan KBRI Oman, otoritas pemerintah yang sebelumnya pertama kali mengabarkan adanya ledakan kapal yang ditumpangi Capt Miswar.

"Kemarin kami tanyakan ke perusahaan dan KBRI, tetapi informasinya masih sama. Belum ada perkembangan," jelasnya kepada Tribun-Timur.com, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 11.49 Wita siang.

Kata Sumarlin, keluarga masih berharap, pihak perusahaan dan KBRI Oman sungguh-sungguh dalam melakukan pencairan kru Kapal Musaffah 2.

Ia menambahkan, pihaknya memercayakan sepenuhnya korps alumni PIP sebagai perpanjangan tangan komunikasi dengan otoritas terkait.

"Keluarga juga terus menunggu info dari korps alumni, karena sudah diberi kuasa untuk mengurus semuanya," aku Sumarlin.

Ketia Dewan Pimpinan Pusat Corps Alumni Bumi Seram Makassar (DPP CABM), Capt Agus Salim, mengaku belum mendapatkan kabar terbaru nasib Capt Miswar.

Menurutnya, komunikasi terakhir KBRI Muscat, Oman, hasil pencarian kapal dan Capt Miswar belum menemui titik terang.

Kata Agus, setelah hampir sebulan, operasi pencarian masih dilakukan oleh perusahaan dan KBRI.

Menurutnya, korps alumni PIP dalam waktu dekat akan meminta ketegasan dari KBRI Muscat termasuk Abu Dhabi dan perusahaan tempat Capt Miswar bekerja.

"Akan kami koordinasikan dengan KBRI Muscat, KBRI Abu Dhabi termasuk erusahaannya agar segara memutuskan terkait insiden dan pencarian yang sudah dilakukan," ungkapnya.

Komunikasi Terakhir dengan Sang Istri

Capt Miswar sempat meminta restu kepada istrinya sebelum berangkat menjalankan tugas pelayaran menuju perairan sekitar Selat Hormuz.

Permintaan restu itu menjadi percakapan terakhir antara Miswar dan istrinya, Marliani Ahmad (47), sebelum kapal tugboat yang dinakhodainya dilaporkan mengalami insiden di kawasan tersebut.

“Bapak sempat sampaikan mau berangkat menjemput kapal rusak. Saya hanya bilang hati-hati dan semoga sehat-sehat,” kata Marliani dengan suara parau ditemui di kediamannya di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Senin (9/3/2025) sekitar pukul 15.06 Wita sore.

Marliani mengaku suaminya berangkat menjalankan tugas pada Kamis (5/3/2026).

Ia menyampaikan kepada keluarga, pelayaran menuju lokasi kapal yang akan dievakuasi diperkirakan memakan waktu sekitar satu hari.

Capten Miswar diketahui bekerja sebagai kapten kapal tugboat di perusahaan pelayaran Abu Dhabi Ports.

"Sudah bekerja di perusahaan selama sekitar 10 tahun," aku dengan nada pelan, berusaha menyembunyikan kesedihannya.

Selama ini, tugas utamanya adalah memandu kapal-kapal besar yang hendak masuk ke pelabuhan Abu Dhabi.

Atau menjalankan operasi suplai di kawasan perairan.

“Biasanya bapak kerja di kapal tugboat. Mengarahkan kapal yang mau masuk pelabuhan, kadang juga kapal suplai. Beberapa kali juga berlayar ke Oman,” ujar Marliani.

Kabar mengenai insiden yang menimpa kapal tersebut pertama kali diterima keluarga dari rekan kerja Miswar di perusahaan.

Informasi itu disampaikan melalui telepon kepada anak mereka.

“Anak saya ditelepon teman perusahaan bapaknya. Katanya kapal ayahnya kena rudal,” kata Marliani.

Meski demikian, hingga kini keluarga belum menerima bukti visual berupa foto maupun video terkait kejadian tersebut.

“Belum pernah ada gambar atau video yang kami terima,” ujarnya.

Pihak keluarga juga telah menerima komunikasi dari perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri.

Menurut Marliani, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia telah menghubungi keluarga untuk meminta alamat lengkap rumah Kapten Miswar.

“Sudah ada informasi dari pemerintah dan perusahaan sejak hari Sabtu. Dari KBRI di Oman dan juga perwakilan perusahaan,” katanya.

Selain itu, para alumni Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar tempat Miswar menempuh pendidikan juga ikut membantu keluarga mencari informasi.

Capten Miswar diketahui merupakan alumni angkatan ke-15 Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.

“Rencana malam ini kami juga akan Zoom dengan alumni Korps PIP. Mereka yang akan membantu mengkomunikasikan dengan pihak perusahaan,” ujar Marliani.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Marliani mengaku hanya bisa berharap suaminya tetap selamat.

“Doa dan harapan kami semoga bapak bisa bertahan dalam keadaan apa pun dan kembali dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apa pun,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa yang terus mengalir dari keluarga, tetangga, dan kerabat.

“Terima kasih atas doa-doa dari keluarga, tetangga, dan teman-teman, baik lewat media sosial maupun yang datang langsung ke rumah,” ujar Marliani.

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved