Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Profil Alimuddin Hastam, Alumni Unhas Khatib Id di Lapangan Batusitanduk Luwu

Lokasi ini dipastikan menjadi tempat pelaksanaan Salat Id bagi Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak Pawindu.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
KHATIB IDULFITRI - Khatib Salat Id Idulfitri di Lapangan Batusitanduk, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Alimuddin Hastam. Alimuddin Hastam merupakan Ketua Persamil Luwu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU -Lapangan Batusitanduk di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, bersiap menjadi salah satu pusat pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah.

Lokasi ini dipastikan menjadi tempat pelaksanaan Salat Id bagi Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak Pawindu.

Lapangan Batusitanduk terletak di utara Kota Belopa, ibu kota Kabupaten Luwu.

 Jaraknya sekitar 76 kilometer dari pusat kota dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam 45 menit perjalanan darat.

Kepastian lokasi Salat Id tersebut disampaikan Kepala Bagian Umum dan Protokol Luwu, Imran.

Ia menjelaskan pembagian lokasi bagi unsur pimpinan daerah saat hari raya nanti.

“Pak Bupati insyaallah di Lapangan Andi Djemma, Pak Wabup di Lapangan Batusitanduk, sementara Pak Sekda di Lapangan Opu Daeng Risadju,” ujarnya.

Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Luwu menunjuk H Alimuddin Hastam sebagai khatib.

Alimuddin dikenal sebagai tokoh senior sekaligus Ketua Persaudaraan Muslim (Persamil) Luwu, dengan pengalaman panjang sebagai khatib sejak era 1990-an.

Idulfitri tahun ini menjadi kali kedua bagi Alimuddin dipercaya menyampaikan khotbah di Lapangan Batusitanduk.

Sejak menjabat sebagai Sekretaris Umum Persamil Luwu pada 2014, ia aktif mengatur penugasan mubalig untuk khotbah Jumat, ceramah Ramadan, hingga penempatan khatib di berbagai kecamatan di Luwu.

Pada 1 Syawal mendatang, Alimuddin akan mengangkat tema “Puasa dan Amaliah Ramadan untuk Merevitalisasi Iman, Menjaga Diri, dan Keteguhan Hati di Era Modern.”

Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual pasca-Ramadan di tengah kehidupan yang semakin digital.

“Kita ingin membedah bagaimana ibadah selama satu bulan penuh dapat menjadi perisai saat kembali ke kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, di tengah disrupsi teknologi, Islam harus dipahami sebagai agama yang relevan sepanjang zaman.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved