Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berkat Babinsa dan Gotong Royong Warga, Masjid Ar-Rasyid Luwu Berdiri Indah di Tepi Sungai Labuang

Seolah memanggil para nelayan dan petani rumput laut yang masih beraktivitas di pesisir untuk menepi sejenak.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
MASJID AR RASYID - Suasana Masjid AR-Rasyid yang berlokasi di tepi Sungai Labuang, Dusun Labuang, Desa Pabbaresseng, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Masjid ini jadi simbol kebersamaan, gotong royong, sekaligus jawaban atas kerinduan warga yang selama bertahun-tahun menginginkan masjid di lingkungan mereka. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU -  Azan berkumandang di tepian Sungai Labuang, Dusun Labuang, Desa Pabbaresseng, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Suaranya memantul di atas permukaan air yang tenang.

Seolah memanggil para nelayan dan petani rumput laut yang masih beraktivitas di pesisir untuk menepi sejenak.

Beberapa warga berjalan menuju sebuah bangunan sederhana bercat hijau-kuning yang berdiri tidak jauh dari tepi sungai.

Itulah Masjid Ar-Rasyid, rumah ibadah yang baru berdiri sekitar dua tahun terakhir.

MASJID AR RASYID - Babinsa Desa Pabbaresseng, Serka Ambo Upe
MASJID AR RASYID - Babinsa Desa Pabbaresseng, Serka Ambo Upe, saat memberikan imbauan agar warga tetap menjaga keamanaan dan ketertiban setelah selesai sala. Sejak awal, Ambo Upe mendorong pembangunan rumah ibadah tersebut dimulai 2022.  

Kendati demikian sudah menjadi pusat kehidupan spiritual masyarakat setempat.

Masjid berukuran sekitar 8 x 8,5 meter itu mungkin tidak besar.

Namun bagi warga Dusun Labuang, keberadaannya memiliki arti yang jauh lebih luas dari sekadar bangunan tempat salat.

Masjid ini jadi simbol kebersamaan, gotong royong, sekaligus jawaban atas kerinduan warga yang selama bertahun-tahun menginginkan masjid di lingkungan mereka.

Arsitektur Masjid

Dari kejauhan, Masjid Ar-Rasyid tampak menonjol dengan atap berbentuk piramida bertingkat yang berpuncak kecil di bagian atasnya.

Model atap seperti ini dikenal sebagai ciri arsitektur masjid tradisional Nusantara yang banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Bagian depan masjid dilengkapi serambi dengan lengkungan-lengkungan sederhana yang menjadi pintu masuk menuju ruang salat utama.

Dindingnya dicat dengan perpaduan warna hijau dan kuning yang memberi kesan sejuk.

Halaman depan masjid masih berupa tanah terbuka yang cukup luas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved