Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelaut Sulsel Hilang di Selat Hormuz

Kenangan Terakhir Istri Capt Miswar, Hampir Setiap Hari Video Call dari Kapal

Pelaut asal Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, itu dikenal hampir selalu menyempatkan diri melakukan video call setiap hari

|
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
CAPT MISWAR - Foto keluarga Capt Miswar bersama istrinya Marliani Ahmad (47) dengan kedua orang anaknya. Foto ini dipajang di lantai dua rumah Capt Miswar di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Kebiasaan Capt Miswar Maturusi (50) melakukan panggilan video dengan keluarganya kini menjadi kenangan yang paling dirindukan oleh sang istri, Marliani Ahmad (47).

Pelaut asal Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, itu dikenal hampir selalu menyempatkan diri melakukan video call setiap hari, meski sedang bekerja di kapal di luar negeri.

“Bapak itu tidak suka telepon biasa, dia lebih suka video call. Hampir setiap hari video call,” kata Marliani dengan suara parau saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Pattedong, Kabupaten Luwu, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 15.06 Wita sore.

Menurut Marliani, panggilan video itu biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, menyesuaikan dengan jadwal kerja Miswar di kapal.

Ia kerap menghubungi keluarga pada pagi hari, sore, atau menjelang waktu tidur sekitar pukul 21.00 Wita.

“Biasanya pagi, sore, atau menjelang tidur sekitar jam sembilan malam,” ujarnya sambil ditemani anak keduanya, Muhammad Ayatullah Miswar.

Dalam panggilan video itu, Capt Miswar kerap memperlihatkan aktivitasnya di kapal.

Tak jarang, Marliani tetap melayani pelanggan di toko bangunan miliknya sambil tetap berbincang dengan suaminya melalui layar ponsel.

“Kadang saya lagi jaga kasir di toko bangunan, pasti video call," ujarnya.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyampaikan, insiden tersebut terjadi pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Lokasinya berada di perairan Selat Hormuz, di antara wilayah Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Oman.

Informasi awal mengenai kejadian itu diterima Kemlu melalui Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi dan Muscat.

“Pada 6 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat menerima laporan terkait insiden yang menimpa satu tugboat bernama Musafa II berbendera Persatuan Emirat Arab,” demikian pernyataan resmi Yvonne yang dikutip Senin (9/3/2026).

Kapal Mussafah II diketahui memiliki tujuh awak kapal, termasuk empat WNI anak buah kapal (ABK), serta membawa enam teknisi, di antaranya satu WNI.

Saat kejadian, kapal tersebut sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safin Prestis yang mengalami kerusakan.

“Berdasarkan saksi mata, Musafa II mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Pada saat kejadian, empat WNI ABK berada di kapal Musafa II dan satu WNI teknisi sedang berada di kapal kontainer Safin Prestis,” lanjutnya.

 

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved