Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perampokan di Walenrang

Perampokan Berdarah di Walenrang Luwu, Sosiolog UNM: Tekanan Ekonomi Bisa Picu

Sosiolog Universitas Negeri Makassar, Idham Irwansyah, menduga faktor ekonomi yang jadi pemicu pelaku membunuh karyawan BRI Link.

Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Sauki/tribun timur
PENCURIAN DAN PEMBUNUHAN - Satuan Reskrim Polres Luwu, Sulawesi Selatan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus pencurian yang turut menewaskan Ririn (31) karyawan BRI-Link di Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Rabu (18/2/2026). Sosiolog Universitas Negeri Makassar, Idham Irwansyah, menduga faktor ekonomi yang jadi pemicu pelaku nekat melancarkan aksinya. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Kasus perampokan disertai pembunuhan yang menewaskan karyawan BRI-Link, Ririn (31), di Dusun Pantilang, Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menghebohkan warga.

Apalagi kasus pembunuhan sadis itu terjadi H-1 menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Sosiolog Universitas Negeri Makassar, Idham Irwansyah, menduga faktor ekonomi yang jadi pemicu pelaku nekat melancarkan aksinya.

“Tekanan ekonomi sering menjadi motif dominan. Dalam situasi masyarakat yang mengalami kesulitan finansial, keterbatasan akses terhadap penghidupan layak bisa mendorong individu mengambil jalan pintas, termasuk melakukan tindakan kriminal,” jelasnya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 14.26 Wita siang.

Menurut Idham, tindakan pelaku yang tidak hanya mencuri, tetapi juga menganiaya korban hingga tewas menunjukkan adanya tingkat keputusasaan yang tinggi.

“Kekerasan ekstrem dalam kasus pencurian mencerminkan kondisi psikologis pelaku yang kemungkinan terdesak, baik secara ekonomi maupun emosional. Ini bisa mengindikasikan ketidakteraturan emosi atau rasa terpojok,” bebernya.

Ia menambahkan, peristiwa perampokan berdarah tersebut tidak bisa semata-mata dilihat sebagai kejahatan individual.

Tetapi sebagai refleksi persoalan sosial yang lebih luas.

Baca juga: Sandal Cream Jadi Petunjuk Penangkapan Pelaku Perampokan Emas Makassar

“Secara sosiologis, ini adalah cerminan masalah struktural, seperti ketimpangan sosial, tekanan ekonomi, hingga krisis moral dan lemahnya kontrol sosial di masyarakat,” bebernya.

Idham menekankan, upaya pencegahan kejahatan serupa perlu dilakukan secara komprehensif tidak hanya melalui penegakan hukum.

“Pendekatan preventif harus diperkuat. Program pembinaan sosial, peningkatan kesejahteraan ekonomi, dan penguatan nilai moral melalui pendidikan serta peran aktif komunitas sangat penting,” akunya.

Ririn ditemukan meninggal dunia di kios BRI-Link tempatnya bekerja.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala, diduga akibat hantaman benda tumpul.

Pelaku juga membawa kabur brankas berisi uang tunai.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved