Banjir Lutra
Malangke Masih Terendam
Karung-karung itu diisi pasir halus dengan harapan mampu menahan laju air agar tidak masuk ke dalam rumah.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Dari sekira 12 hektar lahan yang dimanfaatkan warga, sebagian besar ditanami jagung, kelapa sawit, dan kakao.
Seluruhnya gagal panen setelah terendam selama hampir dua bulan.
"Semua gagal panen karena banjir dari Sungai Masamba," kata Nurul.
Menurutnya, para petani tidak bisa berbuat banyak.
Hampir seluruh lahan masih terendam sehingga tidak memungkinkan untuk kembali diolah.
"Tidak ada yang bisa dilakukan petani. Kebunnya sudah begitu semua. Pasrah," ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sebagian warga memilih bekerja sebagai buruh kasar di proyek-proyek sekitar.
Sebagian lainnya meninggalkan dusun dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Nurul mengatakan hampir seluruh warga Dusun Karya Baru telah mengungsi sejak banjir merendam permukiman mereka.
Sebagian tinggal sementara di rumah kerabat di Kecamatan Mappedeceng sambil menunggu air surut.
"Mereka evakuasi mandiri. Barang-barang juga dibawa semua," katanya.
Dari puluhan warga yang sebelumnya menetap di dusun itu, kini hanya tersisa satu kepala keluarga yang masih bertahan.
Keluarga tersebut dihuni empat orang.
Mereka adalah keluarga Hane yang berusia sekira 50 tahun.
Meski akses jalan terputus sepanjang sekitar 10 meter, keluarga itu memilih tetap tinggal untuk menjaga harta benda yang tersisa.
Di sekitar rumah mereka, genangan air masih mencapai satu meter.
Jalan yang biasanya menjadi akses keluar masuk dusun kini berubah menjadi kubangan yang sulit dilalui.
Sementara sebagian warga berusaha mencari nafkah sebagai buruh harian, keluarga yang bertahan hanya bisa menunggu air surut.
Di Dusun Karya Baru, banjir tak hanya menenggelamkan rumah dan kebun.
Banjir juga menghapus hasil kerja berbulan-bulan yang semestinya segera dipanen.
Gagal Panen
Mustafa seharusnya bersiap memanen jagung di kebunnya yang berada di Dusun Karya Baru.
Tanaman jagung berusia sekira 70 hari itu tinggal menunggu waktu untuk dipetik.
Namun harapan tersebut hilang bersama banjir yang merendam wilayahnya selama dua bulan terakhir.
Air setinggi dada orang dewasa menggenangi kebun miliknya.
Lebih dari empat hektare lahan yang ditanami menggunakan 100 kilogram bibit jagung rusak total.
Seluruh tanaman mati sebelum sempat dipanen.
"Kondisinya habis semua. Gagal panen. Sudah umur 70 hari, padahal sebentar lagi panen," kata Mustafa.
Banjir akibat luapan Sungai Masamba tidak hanya merendam rumah warga.
Bencana ini juga melumpuhkan aktivitas pertanian yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat.
Bagi Mustafa, gagal panen berarti kehilangan seluruh pendapatan yang selama ini ditunggu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Sudah tidak ada lagi yang ditunggu. Tidak ada penghasilan sama sekali," ujarnya.
Untuk bertahan hidup, ia terpaksa mencari pekerjaan lain.
Seperti banyak warga lainnya, Mustafa kini bekerja sebagai buruh panen sawit demi memperoleh pemasukan harian.
Ia mengatakan kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi.
Banjir hampir selalu datang setiap tahun dan berulang kali merendam lahan pertanian warga.
"Yang kami butuhkan sekarang penanganan banjir. Karena ini sudah lebih satu bulan banjir menggenang. Di sini memang langganan banjir setiap tahun," katanya.
Menurut Mustafa, pemerintah daerah kerap datang meninjau saat banjir terjadi.
Namun persoalan yang sama terus berulang setiap musim penghujan.
"Sudah sering pemerintah turun. Tapi mau bagaimana lagi kalau kondisinya begini terus," ujarnya.(*)
| Puluhan Rumah, Masjid, Gereja di Limbong Wara Luwu Utara Banjir Akibat Sungai Rongkong Meluap |
|
|---|
| Pemuda Malangke Barat Lutra Sebut Kunjungan Bupati Indah ke Lokasi Banjir Sangat Lambat |
|
|---|
| 3 Bulan Terendam Banjir Warga Lembang-lembang Lutra Sulsel Pasrah, Aktivitas Ekonomi Lumpuh |
|
|---|
| 2 Desa di Luwu Utara Sulsel Terendam Luapan Air Sungai Rongkong |
|
|---|
| Air Sungai Rongkong, Radda dan Masamba Luwu Utara Meluap Akibat Hujan Deras, Desa Terendam Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BANJIR-LUTRA-09062026.jpg)