Banjir Lutra
Malangke Masih Terendam
Karung-karung itu diisi pasir halus dengan harapan mampu menahan laju air agar tidak masuk ke dalam rumah.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Di kawasan ini, banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memutus akses jalan.
Pada sejumlah titik, tinggi air mencapai dua meter.
Anak-anak terpaksa membatasi aktivitas di luar rumah.
Baca juga: Longsor Terjang Rumah di Desa Sanjai, Banjir Rendam Desa Patalassang Sinjai Timur
Mobilitas warga terganggu.
Aktivitas ekonomi pun berjalan tersendat.
Desa yang selama ini bergantung pada sektor pertanian perlahan kehilangan sumber penghasilannya.
Sedikitnya 50 hektar lahan pertanian dan perkebunan terendam.
Tanaman jagung, kakao, dan nilam yang menjadi andalan warga gagal panen setelah berpekan-pekan terendam air.
Batang jagung menguning dan perlahan membusuk.
Padahal sebagian besar tanaman sudah mendekati masa panen.
"Semua gagal panen," ujar Linda.
Menurut dia, banjir bermula setelah tanggul penahan luapan Sungai Masamba jebol.
Air kemudian masuk ke kawasan permukiman dan bertahan selama berminggu-minggu.
Anggota Tim BPBD Luwu Utara, Zulkarnain, mengatakan tingginya curah hujan di wilayah hulu menjadi pemicu utama banjir yang mulai terjadi sejak pertengahan Mei 2026.
Hujan yang berlangsung dalam waktu lama membuat debit sejumlah sungai meningkat drastis.
| Puluhan Rumah, Masjid, Gereja di Limbong Wara Luwu Utara Banjir Akibat Sungai Rongkong Meluap |
|
|---|
| Pemuda Malangke Barat Lutra Sebut Kunjungan Bupati Indah ke Lokasi Banjir Sangat Lambat |
|
|---|
| 3 Bulan Terendam Banjir Warga Lembang-lembang Lutra Sulsel Pasrah, Aktivitas Ekonomi Lumpuh |
|
|---|
| 2 Desa di Luwu Utara Sulsel Terendam Luapan Air Sungai Rongkong |
|
|---|
| Air Sungai Rongkong, Radda dan Masamba Luwu Utara Meluap Akibat Hujan Deras, Desa Terendam Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BANJIR-LUTRA-09062026.jpg)