Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Lutra

Malangke Masih Terendam

Karung-karung itu diisi pasir halus dengan harapan mampu menahan laju air agar tidak masuk ke dalam rumah.

Tayang:
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
BANJIR LUTRA - Kepala Dusun Karya Baru, Nurul Suprayatin, menunjuk tanaman jagung milik warga yang rusak akibat terendam banjir. Nurul menyatakan sekira 12 hektar lahan pertanian dan perkebunan di dusunnya terendam selama dua bulan terakhir sehingga menyebabkan gagal panen. / Muh Sauki Maulana 

Di kawasan ini, banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memutus akses jalan.

Pada sejumlah titik, tinggi air mencapai dua meter.

Anak-anak terpaksa membatasi aktivitas di luar rumah.

Baca juga: Longsor Terjang Rumah di Desa Sanjai, Banjir Rendam Desa Patalassang Sinjai Timur

Mobilitas warga terganggu.

Aktivitas ekonomi pun berjalan tersendat.

Desa yang selama ini bergantung pada sektor pertanian perlahan kehilangan sumber penghasilannya.

Sedikitnya 50 hektar lahan pertanian dan perkebunan terendam.

Tanaman jagung, kakao, dan nilam yang menjadi andalan warga gagal panen setelah berpekan-pekan terendam air.

Batang jagung menguning dan perlahan membusuk.

Padahal sebagian besar tanaman sudah mendekati masa panen.

"Semua gagal panen," ujar Linda.

Menurut dia, banjir bermula setelah tanggul penahan luapan Sungai Masamba jebol.

Air kemudian masuk ke kawasan permukiman dan bertahan selama berminggu-minggu.

Anggota Tim BPBD Luwu Utara, Zulkarnain, mengatakan tingginya curah hujan di wilayah hulu menjadi pemicu utama banjir yang mulai terjadi sejak pertengahan Mei 2026.

Hujan yang berlangsung dalam waktu lama membuat debit sejumlah sungai meningkat drastis.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved