Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pengisian BBM di Luwu Utara Dijaga TNI–Polri Usai Krisis Pasokan

Petugas TNI–Polri tampak berjaga di area SPBU dan memantau langsung proses jual beli BBM.

Tayang:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
SPBU DI LUTRA - Antrean pembelian BBM di SPBU Kappuna, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Rabu (28/1/2026). Pihak TNI dan Polisi turun mengawasi proses pembelian BBM. (Sumber: Warga/ Darwis) 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU UTARA – Aparat TNI dan Polri turun langsung mengawasi proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Pengawasan dilakukan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memastikan penyaluran BBM berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran di tengah krisis pasokan yang terjadi beberapa hari terakhir.

Petugas TNI–Polri tampak berjaga di area SPBU dan memantau langsung proses jual beli BBM.

Selain pengawasan ketat, pengisian BBM untuk kendaraan juga diberlakukan pembatasan.

Gangguan distribusi BBM dan LPG di wilayah Luwu Raya terjadi akibat aksi penutupan jalan yang dilakukan mahasiswa, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan di sejumlah titik di Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, serta Kota Palopo.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah, yang berdampak langsung pada terhambatnya jalur distribusi energi.

Akibat gangguan distribusi tersebut, antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU.

Salah satunya di SPBU Kappuna, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

Meski pasokan BBM mulai kembali berjalan setelah adanya koordinasi lintas pihak, kepadatan kendaraan belum sepenuhnya terurai, terutama pada jam-jam sibuk.

Manager SPBU Kappuna, Wawan, mengatakan pihaknya terpaksa memberlakukan sistem pengisian manual untuk mengurai antrean kendaraan yang semakin mengular.

Kebijakan tersebut diterapkan khusus bagi kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat tetap menggunakan sistem barcode MyPertamina.

“Antrean semakin panjang, sehingga kami menerapkan sistem manual agar pengisian bisa lebih cepat dan pelayanan tetap berjalan,” ujar Wawan, Rabu (28/1/2026).

Ia menegaskan, pengawasan ketat tetap dilakukan dengan melibatkan aparat TNI dan Polri guna memastikan proses pengisian BBM berlangsung aman dan tertib.

Antrean kendaraan bahkan sempat memanjang dari kawasan Taman Makam Pahlawan Masamba hingga depan Rumah Sakit Hikmah Masamba, sehingga menyebabkan kemacetan cukup parah di ruas jalan tersebut.

Meski demikian, Wawan memastikan pengisian BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar tetap berjalan normal meskipun volume kendaraan meningkat signifikan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved