Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bupati Luwu Utara

Bupati Lutra Andi Abdullah Rahim: Terima Kasih Prabowo untuk 1000 Serdadu Batalyon Pangan

Bupati Luwu Utara (Lutra), Andi Abdullah Rahim (47) menyampaikan terima kasih ke presiden Prabowo Subianto (73)

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
BUPATI LUTRA - Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim menjelaskan pembangunan di kabupaten dipimpinnya saat berbicang dengan Tribun-Timur.com, di Makassar, Sulsel, Rabu (15/10/2025). Salah satu dukungan dari pemerintah pusat dalam pembangunan Lutra adalah penempatan Batalyon Teritorial Pembangunan. 

"Ini juga bisa jadi pembuka jodoh bagi cewek-cewek di Lutra."

Data BPS, tahun 2025 ini penduduk Lutra mencapai 336.360 jiwa.

Sekitar 51 persen penduduknya adalah transmigran era 1950-an dari 4 pulau utama Nusantara. 

Penduduknya sebagian besar wanita dan menyebar di 166 desa, 15 kecamatan. 

Lutra berjarak 527,1 km tenggara ibu kota provinsi.

Dalam hirarki militer, satu batalyon membawahi 6-7 kompi.

Jumlah personelnya antara 350 hingga 1.000.

Di pasukan infanteri rasio personel antara 750 hingga 1.100 personel. 

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, beberapa waktu lalu, menyebut fokus Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) bukan pada kekuatan tempur belala, tetapi pada ketahanan pangan dan kesehatan rakyat. 

Di masa Orde Baru, serdadu tempur TNI aktif di program ABRI Masuk Desa.

Kerjanya membangun infrastruktur, cetak sawah dan fungsi sosial kemasyarakat lain.

Juga Bupati berharap 1.000 personel batalion pangan ini jadi mata dan telinga pemerintah daeeah untuk stabilitas sosial dan ekonomi.

"Membantu bintara teritorial korem, kodim dan satuan organik yang ada di daerah."

Selain itu, TNI AD juga akan mendorong setiap Komando Distrik Militer (Kodim) untuk  berinovasi dalam akselerasi program ketahanan pangan. 

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, batalyon teritorial ini dipersiapkan sebagai prototipe untuk 500 batalyon yang akan dibangun dalam lima tahun ke depan. 

Selain mahir bertempur, para prajurit juga dibekali kemampuan di sektor pertanian, kesehatan, dan konstruksi.

"Intinya, ini batalyon infanteri, tapi di saat yang sama mereka juga bisa menjadi batalyon pertanian, medis, atau konstruksi sesuai kebutuhan," ujarnya di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/8/2025).(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved