Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bupati Luwu Utara

Bupati Lutra Andi Abdullah Rahim: Terima Kasih Prabowo untuk 1000 Serdadu Batalyon Pangan

Bupati Luwu Utara (Lutra), Andi Abdullah Rahim (47) menyampaikan terima kasih ke presiden Prabowo Subianto (73)

Tayang:
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
BUPATI LUTRA - Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim menjelaskan pembangunan di kabupaten dipimpinnya saat berbicang dengan Tribun-Timur.com, di Makassar, Sulsel, Rabu (15/10/2025). Salah satu dukungan dari pemerintah pusat dalam pembangunan Lutra adalah penempatan Batalyon Teritorial Pembangunan. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Bupati Luwu Utara (Lutra), Andi Abdullah Rahim (47) menyampaikan terima kasih ke presiden Prabowo Subianto (73), atas penempatan sekitar 1.008 serdadu Batalyon Teritorial Pembangunan di wilayahnya.

"Kita pantas berterima kasih ke Pak Presiden. Lutra itu kabupaten paling luas wilayahnya di Sulsel. Pertama mendapatkan pasukan dari Batalyon Teritorial Pembangunan," ujar Abdullah, kepada Tribun-Timur.com, menjelang Rakorda Pemberantasan Korupsi Pemerintah Daerah Wilayah Sulsel di Makassar, Rabu (15/10/2025).

Luas kabupaten Lutra 7.502,58 km2.

Ini 35 kali lipatnya luas  Makassar (199.2 km2), atau hampir 2x lipat luas kabupaten Bone (4.559 km2).

Bupati mengungkap, pekan lalu, pihaknya sudah bertemu dengan perwira tinggi otoritas batalion pangan di Jakarta.

Lutra, tambah bupati, akan jadi kabupaten pilot project deploy Batalyon Teritorial Pembangunan di Sulawesi.

"Kami susah siapkan lahan 75 hektare, untuk batalionnya di (kecamatan) Bone Bone. Semoga tahun ini sudah upacara penerimaan daerah," ujar fungsionaris BPD HIPMI Sulsel ini.

Batalyon ini akan disebar di 175 desa pada 15 kecamatan. Markas batalion di ibukota kabupaten. 

Batalyon Teritorial Pembangunan baru saja terbentuk dan disiapkan bukan untuk bertempur, melainkan untuk menjawab kebutuhan di tengah-tengah masyarakat, mulai dari ketahanan pangan hingga pelayanan kesehatan.

Batalyon ini salah satu inisiatif Prabowo untuk melibatkan personel TNI dalam menjaga stabilitas pangan. 

Ungkapan terima kasih ini, jelas dia, pantas disampaikan. 

Bayangkan, tukasnya, akan ada prajurit dan bintara muda bergaji dari TNI AD sekitar Rp 6 juta sebulan. 

Akan ada tambahan uang berputar mulai di kecamatan hingga ke desa.

"Bisa Rp 6 miliar perputaran uang per bulan di Bone Bone. (Kalkulasinya) Rp 6 juta dikali 1.000 orang (1 batalton)," ujarnya.

Alumnus Fakultas Teknik Unhas ini bahkan garing berkelakar.

"Ini juga bisa jadi pembuka jodoh bagi cewek-cewek di Lutra."

Data BPS, tahun 2025 ini penduduk Lutra mencapai 336.360 jiwa.

Sekitar 51 persen penduduknya adalah transmigran era 1950-an dari 4 pulau utama Nusantara. 

Penduduknya sebagian besar wanita dan menyebar di 166 desa, 15 kecamatan. 

Lutra berjarak 527,1 km tenggara ibu kota provinsi.

Dalam hirarki militer, satu batalyon membawahi 6-7 kompi.

Jumlah personelnya antara 350 hingga 1.000.

Di pasukan infanteri rasio personel antara 750 hingga 1.100 personel. 

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, beberapa waktu lalu, menyebut fokus Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) bukan pada kekuatan tempur belala, tetapi pada ketahanan pangan dan kesehatan rakyat. 

Di masa Orde Baru, serdadu tempur TNI aktif di program ABRI Masuk Desa.

Kerjanya membangun infrastruktur, cetak sawah dan fungsi sosial kemasyarakat lain.

Juga Bupati berharap 1.000 personel batalion pangan ini jadi mata dan telinga pemerintah daeeah untuk stabilitas sosial dan ekonomi.

"Membantu bintara teritorial korem, kodim dan satuan organik yang ada di daerah."

Selain itu, TNI AD juga akan mendorong setiap Komando Distrik Militer (Kodim) untuk  berinovasi dalam akselerasi program ketahanan pangan. 

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, batalyon teritorial ini dipersiapkan sebagai prototipe untuk 500 batalyon yang akan dibangun dalam lima tahun ke depan. 

Selain mahir bertempur, para prajurit juga dibekali kemampuan di sektor pertanian, kesehatan, dan konstruksi.

"Intinya, ini batalyon infanteri, tapi di saat yang sama mereka juga bisa menjadi batalyon pertanian, medis, atau konstruksi sesuai kebutuhan," ujarnya di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/8/2025).(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved