Pembajakan
Kesaksian Istri Ashari Samadikun Kapten Kapal Disandera Perompak Somalia
Santi Sanaya (26) mengatakan, suaminya mengirim voice note yang mengabarkan kapal mereka diserang bajak laut
Ringkasan Berita:
- Selasa 28 April 2026 jadi hari ketujuh Ashari Samadikun (33) disandera perompak Somalia
- Kapten Kapal Minyak Asal Gowa itu diserang dan disandera sejak 21 April 2026
- Hingga kini Ashari Samadikun belum bebas
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -- Santi Sanaya (26) tak henti harap-harap cemas.
Sudah tujuh hari suaminya Ashari Samadikun (33), disandera perompak saat berlayar di perairan Somalia.
Ashari Samadikun (33) kapten kapal tanker.
Ia mengangkut muatan minyak dari Oman menuju Somalia.
Nahas di tengah perjalanan, Ashari Samadikun (33) diserang bajak laut Somalia.
“Pertama kali itu saya dapat informasi dari suamiku tanggal 21 April malam sekitar setengah 8,” ucap Santi saat ditemui di kediamannya di Dusun Moncong Loe, Desa Paccelekang, Kecamatan Pattalassang, Senin (27/4/2026).
Ia mengatakan, suaminya mengirim voice note yang mengabarkan kapal mereka diserang bajak laut.
“Saya dapat voice note dari suamiku katanya diserang bajak laut. Lima menit kemudian saya coba kontak kembali, masih aktif tapi tidak direspon,” katanya.
Tak lama berselang, komunikasi pun terputus.
Beberapa hari kemudian, Santi kembali mendapat kabar dari suaminya melalui video call menggunakan ponsel kapal.
“Hari Jumat kemarin dia video call pakai HP kapal, dikasih kesempatan oleh orang kantor sama perompaknya,” jelasnya
Dalam komunikasi tersebut, Ashari menyampaikan kondisi seluruh awak kapal.
Kondisinya, kata dia, masih dalam keadaan selamat.
Namun, masih berada di bawah ancaman.
“Alhamdulillah semua sehat, tapi tetap ada ancaman. Perompaknya bilang mereka juga terancam diserang dari pihak luar,” ujarnya.
Diketahui, Ashari merupakan kapten kapal tanker yang mengangkut muatan minyak dari Oman menuju Somalia.
“Dia kapten kapal tanker, bawa muatan minyak dari Oman ke Somalia,” kata Santi.
Ia menyebut, suaminya telah bekerja sejak Januari dan berencana pulang setelah kontraknya berakhir bulan depan.
“Dari Somalia rencananya mau ajukan kepulangan, tapi ternyata ada insiden seperti ini,” tuturnya.
“Tadi malam terakhir. Suami saya bilang tim perompak yang negosiasi ke kantor pakai bahasa Inggris,” katanya.
Namun setelah itu, suaminya meminta agar tidak lagi dihubungi.
“Dia bilang jangan hubungi saya lagi, takutnya HP dipegang perompak,” ungkapnya.
Terkait kronologi penyanderaan, Santi menyebut perompak tiba-tiba sudah berada di atas kapal tanpa diketahui sebelumnya.
“Awalnya ada yang lihat di kiri kanan, tapi tidak langsung lapor. Suamiku tahu sudah pas mereka naik ke kapal,” katanya.
Bahkan, Ashari sempat menyapa para perompak.
“Suamiku sempat sampaikan salam, ‘Assalamu’alaikum’. Perompaknya bilang ‘kamu muslim?’ suamiku bilang iya, perompak juga bilang dia muslim,” tuturnya.
Setelah itu, seluruh awak kapal langsung dikumpulkan dan ditahan.
“Semua disuruh kumpul, ditahan semua,” ucapnya.
Ia mengaku sebelumnya sempat khawatir dengan kondisi keamanan di Somalia yang dikenal rawan pembajakan.
“Saya sempat tanya ada pengawalan atau tidak, tapi katanya tidak ada,” katanya.
Saat ini, kapal disebut telah dibawa keluar dari jalur pelayaran dan menuju markas perompak.
“Sudah dibawa ke markas mereka. Perompaknya juga sudah bertambah banyak,” ujarnya.
Meski demikian, kondisi para awak kapal disebut masih relatif baik.
“Alhamdulillah semua sehat, dikasih makan, masih bisa ibadah,” katanya.
Dalam video call, Ashari juga sempat memperlihatkan kondisi kapal yang mengalami kerusakan akibat tembakan.
“Dia perlihatkan bagian kapal yang sudah kena tembakan,” tambahnya.
Kapal tersebut diketahui membawa 17 kru, termasuk empat warga negara Indonesia.
“Total kru ada 17. Indonesia ada empat orang, dari Sulawesi, satu dari Gowa dan satu dari Bulukumba,” jelasnya.
Pihak keluarga kini terus berupaya melakukan koordinasi agar para sandera segera dibebaskan.
“Teman-temannya di Jakarta juga sudah ke Kementerian Luar Negeri untuk laporkan kejadian ini,” kata
Santi dengan mata berkaca-kaca berharap suaminya dan seluruh kru dapat segera diselamatkan.
Ia juga mengingat dua anaknya yang masih kecil.
“Kami punya dua anak perempuan, umur 6 tahun sama 4 tahun,” pungkasnya
Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli
| Ibu Kapten Kapal yang Disandera Perompak Somalia: Pak Prabowo, Bantu Anak Saya |
|
|---|
| Detik-detik Mencekam Kapten Kapal Asal Gowa Disandera Perompak Somalia: Ada Senjatanya, Mati Kita |
|
|---|
| Kapten Ashari dari Gowa ke Perompak Somalia: Saya Muslim, Jangan Tembak |
|
|---|
| Kapten Ashari: Kami Dikepung Tiga Boat Perompak Somalia |
|
|---|
| Pelaut Gowa Disandera di Somalia, Camat Pattallassang Temui Orangtua Kapten Ashari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260428-perompak-somalia-serang-kapten-kapal.jpg)