Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemuda Makassar Tertembak

Bertrand Eka Prasetyo Meninggal Ditembak Polisi, Saksi: Awalnya Ada Perkelahian

Bertrand Eka Prasetyo meninggal diduga ditembak polisi yang bertugas di Polsek Panakkukang, Makassar.

Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Alfian
Istimewa
KORBAN PENEMBAKAN - Bertrand Eka Prasetyo Radiman korban penembakan misterius di Jalan Toddopuli Raya, Kejadian tersebut, pada Minggu pagi 01 Maret 2026 sekitar pukul 07.20 Wita di wilayah Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar 

Ringkasan Berita:
  • Bertrand Eka Prasetyo meninggal diduga ditembak polisi yang bertugas di Polsek Panakkukang, Makassar.
  • Korban awalnya terlibat perkelahian kelompok lalu didatangi polisi berpakaian preman menggunakan mobil minibus.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Seorang saksi berinisial DN (21) membeberkan kronologi kejadian yang berujung pada insiden meininggalnya Bertrand.

Bertrand Eka Prasetyo meninggal diduga ditembak polisi yang bertugas di Polsek Panakkukang, Makassar.

DN mengaku berada di lokasi saat peristiwa berlangsung dan sempat menyaksikan beberapa rangkaian kejadian.

DN mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA di depan Cafe Ur Mine (UM), Jl Toddopuli Raya, Minggu (1/3/026) lalu.

Saat kejadian terdapat rombongan terlihat melintas dari kawasan Toddopuli 4 sebelum berpindah ke Toddopuli 2.

“Kejadiannya itu, dia pertama, dia mengarah itu lawan, dia pertama dia dari Toddopuli 4. Toddopuli 4 terus dia pergi lagi, pergi, terus dia keluar lagi di Toddopuli 2," katanya saat ditemui di rumah duka, Jl Toddopuli 1, Selasa (3/3/2026).

"Sudah masuk Toddopuli 2, kan Toddopuli 2 bisa tembus ke Hertasning. Terus dia masuk lewat situ, terus dia masuk eh keluar lewat Hertasning, masuk ke Toddopuli,” tambahnya.

Setelah masuk ke daerah Toddopuli Raya, insiden tabrakan terjadi di sekitar lokasi tersebut. 

Namun ia menegaskan, tabrakan itu terjadi sesama pihak yang disebutnya sebagai kelompok penyerang.

“Eh di situ mulai kejadian situ tabrakan, tabrakan sesama yang menyerang. Iya (tabrakan) tapi sesamanya ji yang menyerang. Terus anak-anak tembaki dia, tembak mainan,” ungkapnya.

Baca juga: LBH Makassar Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Penembakan Oknum Polisi ke Bertrand

DN menjelaskan, dimana dirinya mendengar suara dari pihak lawan yang sedang mengokang sejata.

“Pas tidak lama itu, katanya ini lawan, katanya makkokang (mengokang senjata). Terus kata ini korban, dia bilang ‘saya dikena, dipukul’ sama itu yang lawan. Sudah itu, langsung korban ini langsung mi dia juga pukul dia, pukul lawan. Iya berkelahi dia,” jelasnya.

Tak lama setelah perkelahian berlangsung, polisi disebut datang dari arah Hertasning menggunakan mobil biasa.

“Tidak lama itu, ada datang polisi dari Hertasning. Pakai mobil biasa. Terus tidak lama itu, dia turun, angkat senjata tembak mi satu kali, terus saya lari masuk,” ungkapnya.

Ia mengaku langsung menyelamatkan diri saat mendengar letusan tersebut. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved