Musda KNPI Sulsel
Musda KNPI Sulsel Hasilkan Lagi 2 Ketua Baru, Kubu Fadel Tauphan dan Vonny Ameliani
KNPI Sulsel terbelah versi Fadel Muhammad Tauphan Ansar dan Vonny Ameliani Suardi
Almanzo memastikan Musda KNPI Sulsel akan tetap digelar di Kota Makassar.
Struktur kepanitiaan seperti Steering Committee (SC) tetap diundang sebagai instrumen pelaksanaan.
“Secara vertikal, DPP tetap punya kewenangan untuk melakukan koordinasi dengan DPD. Instrumen seperti pimpinan sidang tetap dipimpin oleh DPP. Tidak ada perubahan hingga pelaksanaan Musda. Kami berharap ini bisa berjalan baik untuk kemajuan pemuda," tandasnya.
Kronologi Musda KNPI Sulsel Ricuh
Kericuhan pecah dalam Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sulawesi Selatan di Hotel Horison Makassar, Senin (8/12/2025) malam.
Dalam insiden tersebut, pengurus DPP KNPI menjadi sasaran amukan massa.
Bahkan Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP KNPI, Dickson dipukul dan diserang sejumlah orang yang masuk ke ruang sidang.
Kericuhan terjadi ketika Dickson tengah memimpin sidang Rapimda.
Situasi berubah tegang setelah terjadi perdebatan terkait verifikasi faktual Organisasi Kepemudaan (OKP) yang hadir membawa SK masing-masing.
Dickson mengaku dirinya mulai diintervensi untuk menunda sidang dan melakukan verifikasi ulang.
Namun, proses ini disebut tidak didukung oleh panitia maupun pengurus KNPI Sulsel.
Dickson mengatakan panitia dan pengurus KNPI Sulsel tidak membantu DPP untuk memverifikasi faktual OKP yang sudah datang membawa SK masing-masing.
"Sehingga terjadi perdebatan, dikasih scoursing sidang 1 jam, itulah awalnya," kata Dickson.
Tak lama setelah perdebatan berlangsung, belasan orang tiba-tiba masuk ke lokasi Musda melalui pintu utama ruang sidang.
Kelompok ini kemudian menyerang pimpinan sidang yang saat itu berada di depan ruangan.
“Lalu tiba-tiba segumlah mungkin belasan sampai 20-an orang datang dari arah pintu masuk forum musda menyerang pimpinan sidang.
Tapi sebelum masuk, ketua SC mengambil mic lalu memprovokasi, itulah awal," ungkapnya.
Dalam peristiwa tersebut, Dickson mengaku serangan pertama justru datang dari internal panitia Musda KNPI Sulsel.
“Dan penyerangan pengukulan pertama justru dilakukan oleh Ketua SC, Rapimpurda dan Musda. Dialah yang menyerang saya duluan, mendorong, lalu memukul dan memojokkan," katanya.
Serangan tersebut memicu kepanikan dan bentrokan lebih besar di dalam ruangan.
Massa dan sejumlah peserta terlibat saling dorong hingga saling hantam, membuat Musda tidak dapat dilanjutkan.
Kericuhan ini membuat jalannya Musda KNPI Sulsel terhenti sementara.
Hingga kini, pihak panitia maupun Steering Committee belum memberikan klarifikasi terkait pemicu utama bentrokan.
Terlebih keterlibatan sejumlah pihak dalam aksi kekerasan tersebut.
Redaksi Tribun Timur masih berupaya mengonfirmasi panitia Musda KNPI Sulsel terkait insiden ini.
Kericuhan terjadi di tengah tensi tinggi pemilihan calon ketua yang berlangsung head to head antara Fadel Tauphan Ansar dan Vonny Ameliani Suardi.
Pertarungan ini menjadi head to head pertama dalam 12 tahun terakhir.
Hal itu setelah duel Mizar Roem versus Yessi Yoanna Ariestiani pada 2013.
Saat itu, Mizar terpilih pada Kamis (21/11/2013) sekitar pukul 16.30 Wita.
Pada Musda XVI kali ini, dua politisi Partai Gerindra tersebut berhadapan untuk memperebutkan sedikitnya 75 suara dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan DPD II se-Sulsel.
Vonny Ameliani Suardi menjadi pendaftar pertama.
Ia datang ke kantor KNPI Sulsel pada Minggu (7/12/2025).
Ketua Gerindra Jeneponto itu didampingi sejumlah ketua OKP seperti GP Ansor Sulsel, Badko HMI Sulsel, PMII Sulsel, BM PAN Sulsel, hingga GAMKI Sulsel.
Steering Committee Musda, Muhammad Iswal, menyebutkan Vonny mengantongi 27 rekomendasi OKP dan 15 dukungan DPD II.
Berkasnya dinyatakan lengkap dan siap diverifikasi lebih lanjut.
Vonny menegaskan dukungannya masih terus bertambah.
“Insya Allah ini akan bertambah, karena kita juga tidak mau buka semua. Yang jelas, kita ingin Pemuda Sulsel bersatu dan solid,” ujarnya.
Di kesempatan lain, ia juga tampak didampingi perwakilan BKPRMI Sulsel, Pemuda Islam, dan DPD KNPI Gowa.
Sementara itu, Fadel Tauphan Ansar datang dengan 12 rekomendasi awal.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulsel itu menegaskan kesiapannya maju membawa semangat penyatuan KNPI Sulsel.
Termasuk membangun komunikasi intens dengan para senior.
“Saya silaturahmi ke senior-senior. Banyak potensi yang bisa kita maksimalkan," katanya.
"Kita sudah mendaftar, namun tidak semua dukungan harus dipublikasikan. Hari ini kita berkumpul, besok kita memenangkan Musda,” tambah Fadel.
Usai deklarasi, ia mengklaim telah mengantongi dukungan 49 OKP.
Fadel juga menyebutkan tidak ada masalah meski rivalnya berasal dari partai yang sama.
“Insyaallah saya akan berjuang agar KNPI Sulsel menjadi satu. Kami bertarung sehat,” katanya.
| Soal Kisruh KNPI Sulsel, Ketua KNPI Gowa Alumnus Zainuddin Pilih Diam |
|
|---|
| Soal Kisruh KNPI Sulsel, Ketua KNPI Gowa: Saya No Comment |
|
|---|
| KNPI Sulsel Punya 3 Ketua, Arief Rosyid: Kita Prihatin dan Menyayangkan |
|
|---|
| Sosok 3 Ketua KNPI Sulsel: Politisi Golkar dan 2 Politisi Gerindra |
|
|---|
| 'Ada Oknum DPP Merusak KNPI Sulsel' Eks Ketua Imran Eka Kecewa Hasil Musda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251210-Fadel-dan-Vonny-knpi.jpg)