Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ketum PB HMI Bandingkan Indonesia dan Korea Selatan, Soroti Pentingnya SDM

“Jadi 40 atau 50 tahun setelah tahun 1970, kita tahu Korea Selatan ada di mana dan kita ada di mana,” ujarnya.

Penulis: Makmur | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Makmur
Ketua PB HM: Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Bagas Kurniawan, menyampaikan sambutan dalam acara buka puasa bersama MW KAHMI dan Badko HMI Sulsel di Hotel Swiss-Belinn Makassar, Minggu (8/3/2026). Dalam kesempatan itu, Bagas menyinggung pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi persaingan global. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Bagas Kurniawan, menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi persaingan global.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama kader dan alumni HMI Sulawesi Selatan yang dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-79 HMI di Makassar, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri ribuan kader dan alumni HMI dari berbagai generasi.

Menurut Bagas, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya.

Ia mencontohkan Korea Selatan yang sejak dekade 1980-an telah memprioritaskan pembangunan SDM sebagai fondasi pembangunan negara.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Korea Selatan berkembang pesat hingga menjadi negara maju.

“Jadi 40 atau 50 tahun setelah tahun 1970, kita tahu Korea Selatan ada di mana dan kita ada di mana,” ujarnya.

Bagas menilai pembangunan SDM juga harus ditopang oleh penguatan pengetahuan serta inovasi.

Menurutnya, inovasi menjadi pembeda kualitas suatu bangsa dengan bangsa lainnya dalam menghadapi persaingan global.

“Pembangunan tidak hanya ditopang oleh pembangunan infrastruktur dan pembangunan manusia, tetapi juga harus ditopang oleh pembangunan inovasi. Cara kerja yang inovatif inilah yang kemudian membedakan kualitas suatu bangsa dengan bangsa yang lain,” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia selama ini masih cenderung mengandalkan sumber daya alam sebagai basis pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, sejumlah negara lain justru memilih memperkuat inovasi dan kualitas SDM sebagai fondasi pembangunan.

“Banyak negara memilih memperkuat inovasi sebagai basis pembangunan. Sementara kita masih banyak bertumpu pada sumber daya alam sebagai basis pertumbuhan,” ujarnya.

Menurut Bagas, kondisi tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi generasi muda, khususnya kader HMI, untuk terus memperkuat tradisi keilmuan serta pengembangan kapasitas diri.

Ia menilai HMI memiliki peran penting sebagai institusi yang mereproduksi kepemimpinan sipil.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved