Merpati Nusantara Airlines
Kenangan Terbang Bersama Merpati Nusantara Airlines
Sebenarnya saya pertama terbang dengan Merpati Nusantara Airlines tahun 1988 dari Bandara Sentani Jayapura ke Wamena, dengan Pesawat Fokker 27
Kenangan Terbang Bersama Merpati
Oleh: Andi Isdar Yusuf
Pengamat Penerbangan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pada Tahun 2012, sebagai Advokat, saya selalu mendapat tugas keluar kota.
Waktu itu saya sedang menimba ilmu di Kantor Ismak Advocaten, salah satu Kantor Hukum ternama di Jakarta.
Beliau Muhammad Ismak adalah lulusan Universitas Hasanuddin. Sepanjang karier beliau, Muhammad Ismak, banyak menangani perkara kepailitan.
Termasuk saya adalah mengawali ilmu hukum dan banyak belajar ilmu hukum kepailitan dari Muhammad Ismak, yang saat itu duduk sebagai sekretaris jenderal di organisasi Kurator “AKPI”.
Saya harus terbang ke Poso untuk melayani salah satu klien besar Ismak Avocaten, perusahaan tangker yang baru saja menang tender harta benda melalui lelang negara di bawah kejaksaan, diantaranya perusahaan perkebunan.
Hasil lelang berada di 4 (empat) provinsi.
Untuk memastikan kedudukan hukum pascatender, maka saya ditugasi dari Ismak Avocaten ke daerah.
Untuk terbang menuju Poso, hanya ada pesawat lewat Bandara Sultan Hasanuddin.
Pilihan saya adalah terbang dengan Merpati Nusantara Airlines, karena hanya Merpati Nusantara Airlines memiliki jadwal penerbangan dari Makassar ke Poso.
Merpati Nusantara Airlines menggunakan tipe Pesawat MA60 untuk melayani rute Makassar Poso PP.
Sempat juga deg-degkan. Pertama kali terbang dengan pesawat buatan Asia atau China, sementara Airlines lainnya masih memilih dan menggunakan pesawat buatan industri dari Negara Eropa dan Amerika.
Sebenarnya saya pertama terbang dengan Merpati itu tahun 1988 dari Bandara Sentani Jayapura ke Wamena, dengan menggunakan Pesawat Fokker 27.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Andi-M-Isdar-Yusuf-1-162022.jpg)