Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wilayahnya Dirampas, Nelayan Berunjuk Rasa di Kantor Dinas Perikanan Bulukumba

Aksi tersebut dipicu lantaran wilayahnya mencari ikan di perairan Bulukumba dirampas oleh nelayan dari Kabupaten Bantaeng.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Puluhan Nelayan berunjuk rasa di depan kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Terang-terang, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, Sulsel, Senin (13/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Puluhan Nelayan berunjuk rasa di depan kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Terang-terang, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, Sulsel, Senin (13/8/2018).

Aksi tersebut dipicu lantaran wilayahnya mencari ikan di perairan Bulukumba dirampas oleh nelayan dari Kabupaten Bantaeng.

Bahkan, sekelompok nelayan yang berunjuk rasa tersebut menyebut ada rekan mereka yang di sandera di Bantaeng gegara perebutan wilayah tersebut.

"Nelayan dari Bantaeng itu kapalnya besar-besar. Dan sangat berdampak sekali dengan pengahasilan kami. Ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan," ujar salahsatu nelayan, Rahman.

Kelompok nelayan bahkan menilai Dinas Perikanan Bulukumba, tak serius menyelesaikan persoalan ini. Pasalnya, sebelumnya pihak nelayan telah melaporkan kejadian ini untuk ditindaklanjuti.

Namun, tetap saja aksi nelayan dari Bantaeng mencari ikan diperairan Bulukumba dilakukan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba, Alfian Mallihungan yang menerima langsung para pengunjuk rasa, mengaku tak bisa berbuat banyak mengenai kejadian tersebut, kecuali mengomunikasikannya dengan pihak Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Pasalnya, tak ada regulasi yang mengatur tentang larangan nelayan dari kabupaten lain untuk mencari ikan di Bulukumba.

Selain itu, mengenai persoalan kelautan, pihak dinas juga sudah tidak memiliki wewenang, pasalnya aktivitas nelayan diatas 12 mil sudah menjadi wewenang penuh provinsi.

"Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bulukumba akan meminta kepada Provinsi untuk dibentuk UPT yang ditempatkan di Kabupaten Bulukumba. Kami juga akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Bantaeng terkait permasalahan ini agar kejadian tidak berkembang luas dan menjadikan konflik antar nelayan," jelas Alfian.

Aksi unjuk rasa nelayan tersebut tidak hanya berlangsung di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba saja.

Pengunjuk rasa juga melancarkan aksinya di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel UPT Pengembangan, Pengendalian dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Laut Flores, yang lokasinya tak jauh dari Dinas Kelautan Bulukumba.

Di lokasi itu, pengunjuk rasa melakukan penyegelan dengan menutup pintu pagar kantor. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved