DPMPTSP Maros Luncurkan Aplikasi Simpel, Komit: Justru Menyusahkan
Menurutnya, biaya pembuatan web launcher relatif sangat murah. Bahkan anggaran yang dibutuhkan hanya kisaran Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu saja.
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Ketua Komunitas Informasi Tekhnologi (KomIT) Maros, Rizaldi menilai, peluncuran aplikasi Simpel (Sistem Informasi Manajemen Perizinan Secara Elektronik) oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Maros, bukan aplikasi native, Kamis (9/11/2017).
Hal ini akan membuat pengguna akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengaksesnya.
"Aplikasi itu hanya web launcher. Jadi upaya pemerintah untuk mempercepat dan memudahkan warga mengurus izin usaha justru menimbulkan masalah baru,"katanya.
Menurutnya, biaya pembuatan web launcher relatif sangat murah. Bahkan anggaran yang dibutuhkan hanya kisaran Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu saja.
"Berbeda dengan aplikasi native yang bisa mencapai puluhan juta, tergantung tingkat kerumitan," ujarnya.
Native merupakan aplikasi yang dibangun khusus untuk android dan apps. Sedangkan aplikasi web launcher tidak teroptimasi untuk aplikasi android dan apps.
"Tapi kami juga mengapresiasi upaya dinas DPMPTSP yang telah meluncurkan web launcher untuk perizinan," katanya.
Warga tidak perlu lagi mengetik http://dpmptsp.maroskab.go.id/ di browser android.
"Pengguna hanya tinggal klik Shortcut Simpel. Maka secara otomatis akan diarahkan untuk mengakses webhttp://dpmptsp.maroskab.go.id/," katanya.
Launching tersebut dilakukan oleh Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Penanaman Modal, Andi Wandi Patabai, saat besosialisasi pelayanan perizinan di aula Kantor Camat Tanralili, kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/simpel_20171109_215638.jpg)