Mahasiswa Unhas Temukan Alat Agar Ikan Buntal Duren Tak Beracun
Mereka membuat alat yang dapat dipakai untuk mengolah Ikan Buntal Duren tersebut dan mereka beri nama Tetratech.
Penulis: Anita Kusuma Wardana | Editor: Suryana Anas
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM-- Tiga mahasiswa program studi Manajemen Sumber Daya Perairan Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin mencoba mensosialisasikan ikan Buntal Duren sebagai hasil laut yang aman dikonsumsi.
Mereka yakni Nurqadri Syaia Bakti, Ekawati dan Marwah Salam. Keinginan mereka untuk mengubah paradigma masyarakat di Sulawesi Selatan yang menganggap Ikan Buntal Duren sebagai ikan yang beracun dan tak bisa dikonsumsi tersebut dituangkan dalam sebuah Hasil Karya Ilmiah yang diikutkan pada Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKMKC) tahun 2012 lalu. "Di Maluku dan Pulau Wakatobi jenis ikan ini telah dikonsumsi oleh masyarakat bahkan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Disini, nelayan sama sekali tak melirik jenis ikan ini untuk dijual dan populasi ikan ini banyak di Sulsel," ujarnya.
Saat ini, Nurqadri dan timnya telah mengajukan karyanya tersebut pada Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna. (*)