Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nusraya Fertility Center Manfaatkan AI untuk Program Bayi Tabung, Pertama di Indonesia Timur

Penerapan AI oleh Nusraya Fertility Center dalam layanan IVF untuk membantu analisis embrio secara akurat.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
BAYI TABUNG - Empat dokter saling merangkul usai peluncuran layanan Nusraya Fertility Center berbasis AI di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jalan Andi Djemma, Minggu (17/5/2026). 

TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR  - Nusraya Fertility Center menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam layanan fertilitas dan In Vitro Fertilization (IVF) atau program bayi tabung. 

Penerapan teknologi modern itu menjadi yang pertama di Indonesia Timur, khususnya di Makassar.

Peluncuran layanan itu diumumkan dalam rangkaian Grand Opening Nusraya Fertility Center bertajuk “New Hope, New Beginning” yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jalan Andi Djemma, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan seminar ilmiah dan seminar awam yang diikuti sekitar 500 peserta serta menghadirkan 11 dokter spesialis dan pakar fertilitas nasional.

President Director Nusraya Fertility Center, dr Muhammad Ilham Azis mengatakan, penerapan AI dalam layanan IVF untuk membantu analisis embrio secara lebih objektif dan akurat.

“Kami juga bangga menjadi pusat fertilitas pertama di Indonesia Timur yang mengimplementasikan artificial intelligence dalam program IVF yang membantu analisis embrio secara lebih objektif dan akurat,” kata dr Ilham .

Ia menjelaskan, Nusraya Fertility Center hadir dengan komitmen menghadirkan layanan reproduksi modern, komprehensif, dan personal.

Baca juga: Kalla Institute Siapkan Generasi Unggul di Era AI

Mulai dari konsultasi fertilitas, pemeriksaan diagnostik hingga layanan IVF berbasis teknologi terbaru.

Menurutnya, pendekatan penanganan infertilitas di Nusraya Fertility Center dibangun melalui pengalaman klinis dokter-dokter ahli yang dikemas dalam konsep menyeluruh bernama Nusraya Fertility Concept.

“Perpaduan antara pengalaman, ketepatan klinis, pendekatan personal, dan teknologi modern untuk memberikan layanan yang lebih optimal bagi pasien,” ujarnya.

Meski mengedepankan teknologi modern, Ilham menegaskan keberhasilan program fertilitas tidak hanya ditentukan oleh teknologi semata.

“Namun, kami percaya bahwa keberhasilan bukan hanya tentang teknologi tetapi juga tentang empati, pengalaman, dan harapan. Dan itulah semangat kami dengan mengangkat tema When Experience Meets Technology,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ilham juga memaparkan capaian layanan Nusraya Fertility Center sejak izin operasional diterbitkan. 

Hingga saat ini, pihaknya telah menangani 126 fresh cycle dan 81 frozen embryo transfer dengan pregnancy rate mencapai 78,57 persen.

“Bagi kami pencapaian itu bukan hanya sekadar angka tetapi cerminan dari kepercayaan pasien, kerja keras tim, serta harapan besar yang dipercayakan kepada kami,” katanya.

Selain itu, pihaknya tengah menjajaki layanan pemeriksaan genetik dengan biaya yang lebih terjangkau di Indonesia Timur.

“Semoga Nusraya Fertility Center dapat terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat di Indonesia, khususnya Indonesia Timur dan masyarakat di Kota Makassar,” ujarnya.

Nusraya Fertility Center juga menyiapkan Nusraya Fertility Network sebagai perpanjangan layanan untuk membantu dokter menangani pasien infertilitas di daerah. 

Jaringan kerja sama tersebut saat ini telah mencakup Pemalang Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Maluku, dan sejumlah wilayah di Indonesia Timur.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah pakar fertilitas nasional.

Di antaranya Prof Dr. dr. Nusratuddin Abdullah, Prof Dr dr Tono Djuwantono.

Lalu, Dr dr Amang Surya Priyanto, hingga Dr dr Binarwan Halim.

Dalam sesi seminar, Prof. Nusratuddin Abdullah menekankan pentingnya faktor usia dalam menentukan keberhasilan program hamil maupun bayi tabung.

“Usia lebih dari 35 tahun itu sudah harus hati-hati, lebih dari 38 tahun itu betul-betul sudah harus mempunyai keputusan untuk menentukan program apa yang harus diambil,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan berusia di atas 38 tahun sebaiknya segera mempertimbangkan program bayi tabung karena cadangan sel telur terus menurun seiring pertambahan usia.

Ia juga mengingatkan penting penanganan endometriosis karena dapat memengaruhi cadangan ovarium dan peluang kehamilan.

Sementara itu, Prof Dr dr Tono Djuwantono mengatakan edukasi kesehatan reproduksi menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan fertilitas sejak dini.

“Begitu kelainan reproduksi itu mahal sekali. Oleh karena itu, kita mengadakan edukasi di Nusraya ini bukan hanya pengobatan saja, tapi pencegahan juga kita perhatikan,” katanya.

Ia berharap masyarakat Indonesia tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan fertilitas modern.

“Kita sebetulnya intinya ingin mengisi, masih banyak yang berobat ke luar negeri, kita ingin rem di Nusraya Fertility Center ini,” ujarnya.

Dr dr H Amang Surya Priyanto menambahkan kondisi reproduksi setiap perempuan berbeda meski berada pada usia yang sama.

“Di Nusraya, the latest of technology ada yang ada di dunia ini. Jadi benar kata Prof Tono tadi, kenapa jauh-jauh harus pergi ke luar negeri kalau di Makassar ini ada,” katanya.

Sedangkan Dr dr Binarwan Halim menjelaskan keberhasilan program bayi tabung sangat dipengaruhi kualitas sel telur yang dihasilkan melalui stimulasi indung telur yang tepat.

“Kalau dapat bibit yang bagus, ditanam ke rahim akan sangat berhasil karena 80 persen dari keberhasilan sebuah program itu ditentukan dari bibit,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan program bayi tabung di Nusraya Fertility Center telah menunjukkan hasil yang baik dan setara dengan standar nasional maupun internasional.(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved