Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PERDOSNI Angkat Isu Kesehatan Otak di PIN 2026 Makassar

Forum strategis ini membahas perkembangan terkini ilmu neurologi, inovasi teknologi medis, serta penguatan layanan kesehatan saraf yang komprehensif

Tayang:
Editor: Muh. Abdiwan
Tribun-timur.com/Muh. Abdiwan
SIMPOSIUM NASIONAL - Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia tahun 2026 yang mempertemukan para ahli saraf dari seluruh Indonesia di Hotel Claro Makassar, Jumat (1/5). Forum strategis ini membahas perkembangan terkini ilmu neurologi, inovasi teknologi medis, serta penguatan layanan kesehatan saraf yang komprehensif. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kota Makassar menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia tahun 2026 yang mempertemukan para ahli saraf dari seluruh Indonesia.

Forum strategis ini membahas perkembangan terkini ilmu neurologi, inovasi teknologi medis, serta penguatan layanan kesehatan saraf yang komprehensif diselenggarakan di Hotel Claro Makassar, 29 April-3 Mei 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Neurology at the Forefront: Integrating Science, Technology, and Comprehensive Care” sebagai upaya menjawab meningkatnya kasus penyakit neurologi.

Sejumlah penyakit seperti stroke, epilepsi, demensia, Parkinson, nyeri kronik hingga gangguan tidur menjadi perhatian utama dalam forum tersebut.

Isu kesehatan otak dinilai semakin krusial karena berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Sebanyak 1.153 peserta terdaftar mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari dokter spesialis neurologi, dokter umum, residen, akademisi, peneliti, serta tenaga kesehatan multidisiplin dari berbagai daerah.

Ketua Umum PERDOSNI Dodik Tugasworo menegaskan pentingnya pemerataan layanan neurologi khususnya di kawasan Indonesia timur.

“Pertemuan ini tidak hanya meningkatkan keilmuan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan mendorong pembangunan kesehatan neurologi di masyarakat,” ujarnya, Jumat (1/5).

Kegiatan ini turut dihadiri Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa, Ketua Kolegium Neurologi Indonesia Prof Syahrul, Guru Besar Neurologi Unhas Prof Muhammad Akbar, serta perwakilan Pemerintah Kota Makassar.

Dodik menambahkan pemilihan Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan mencerminkan semangat desentralisasi ilmu pengetahuan dan penguatan jejaring nasional.

Rangkaian kegiatan berlangsung pada 29 April hingga 3 Mei 2026 di Claro Hotel Makassar dengan agenda workshop, simposium, presentasi ilmiah, hingga kegiatan kebersamaan peserta.

Sebanyak 59 pemateri hadir dalam simposium dan 71 pemateri dalam workshop yang membahas berbagai topik seperti neurointensive care, neurointervention, neurooncology, neurotrauma, hingga neuroimunologi.

Kegiatan ini juga menghadirkan lima pembicara internasional dari Jepang, Filipina, Malaysia, dan Belanda.

Ketua Panitia Pelaksana Ummu Atiah menyampaikan kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai forum akademik tetapi juga sebagai wadah membangun masa depan layanan neurologi yang lebih adaptif.

“Neurologi berkembang sangat cepat, karena itu kolaborasi, inovasi, dan transfer ilmu menjadi kebutuhan utama,” ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved