Antisipasi Harga Pangan di Tengah Isu Kenaikan BBM, DPRD Makassar Minta Warga Bijak
Menurutnya, kondisi global saat ini berpengaruh langsung terhadap daerah, termasuk Kota Makassar
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggota Komisi B DPRD Makassar, Wiliam, mengingatkan pentingnya langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi memicu inflasi.
Menurutnya, kondisi global saat ini berpengaruh langsung terhadap daerah, termasuk Kota Makassar, terutama dalam hal distribusi dan ketersediaan bahan pangan.
“Jadi kondisinya ini memang adalah bukan cuma kota Makassar nanti akan mendapat dampak, ya kalau berbicara tentang dunia memang pasti akan menyangkut global,” katanya saat ditemu di gedung sementara DPRD Makassar, Selasa (31/3/2026).
Wiliam mengaku, pemerintah bersama pihak terkait saat ini tengah mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk dampak terhadap sektor produksi pangan.
Ia menyinggung adanya imbauan dari BMKG agar daerah-daerah penghasil bahan pangan melakukan langkah mitigasi.
“Nah posisinya sekarang kita ini mengantisipasi termasuk dengan adanya imbauan dari BMKG adalah bagaimana khususnya yang daerah-daerah yang punya produksi termasuk bahan-bahan pangan ini melakukan mitigasi-mitigasi sehingga untuk produksinya tidak terganggu,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menyoroti potensi kenaikan biaya distribusi akibat fluktuasi harga bahan bakar yang dapat berdampak pada inflasi.
Menurutnya, kondisi ini sulit dihindari karena ketergantungan pasokan energi dari luar negeri.
“Kalau mengenai untuk mobilisasi transportasi ke yang disuplai itu pasti akan terjadi mungkin kenaikan, ya akan terjadi inflasi, kalaupun jadi terjadi kenaikan harga bahan bakar ya itu otomatis dan itu memang susah memang kita elakkan,” ungkapnya.
“Dengan kondisi sekarang itu pasti dampaknya bisa terkena ke seluruh dunia juga karena pasokan bahan bakar kita memang masih ditentukan oleh dari luar,” tambah dia.
Meski demikian, Wiliam mengimbau masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan dengan menimbun barang kebutuhan.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut justru dapat merugikan masyarakat lain.
“Nah ini yang menjadi harapan kita bahwa masyarakat juga tetap tenang tidak usah sampai panic buying, juga apalagi sampai tanda kutip menimbun sesuatu," kata dia.
"Karena pasti juga kalau kita menimbun sesuatu yang sudah terlalu over ini makan akan terdampak buat orang-orang yang tidak bisa mendapatkan bagian itu,” tambahnya.
Ia pun mengajak warga untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan.
| Sosok Sri Rahmi Mahmud, Kartini Penggerak Pendidikan di Lorong Rappokalling |
|
|---|
| Sosok Endi Sutendi Jenderal Berpengalaman di Sulsel Sebentar Lagi Pensiun, Lima Bulan Jabat Kapolda |
|
|---|
| Nurwahyuni Malik Sosok Kartini Masa Kini di Pimpinan DPRD Maros |
|
|---|
| Remaja 16 Tahun Asal Sidrap Jadi Jamah Termuda Kloter 2, Gantikan Ibu |
|
|---|
| Jalan di Kawasan Terminal Mallengkeri Mulus Kembali Pasca Pengaspalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Makassar-Wiliam.jpg)