DPRD Makassar
Maksimalkan Kinerja, Komisi C DPRD Makassar Dukung Rotasi Pejabat Dinas PU
Ada delapan pejabat administrator (eselon III) maupun pengawas (IV) Dinas PU Kota Makassar dilantik Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pekerjaan Umum (PU) baru saja di rombak oleh Pemerintah Kota Makassar.
Setidaknya ada delapan pejabat administrator (eselon III) maupun pengawas (IV) Dinas PU Kota Makassar dilantik Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Selasa (2/3/2026) kemarin.
Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, menanggapi rotasi sejumlah pejabat di lingkup Dinas PU.
Dimana, Komisi C DPRD Makassar membidangi soal pembangunan dan infrastruktur.
Ia menilai pergantian pejabat merupakan hal yang lumrah dalam sebuah organisasi pemerintahan dan menjadi kewenangan penuh pimpinan daerah.
“Yang pertama pergantian itu hal biasa dan itu tergantung leader dari sebuah kesatuan,” katanya saat ditmui di Gedung sementara DPRD Makassar, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Tak Bayar Pajak, DPRD Makassar Buka Opsi Tutup Usaha: Tak Ada yang Kebal Hukum
Menurutnya, dalam struktur pemerintahan, kepala daerah memiliki hak prerogatif untuk menentukan para pembantunya, termasuk pejabat di tingkat kepala bidang.
“Kalau dalam hal ini di Pemerintah Kota Makassar ada Walikota, maka dialah yang menentukan siapa-siapa yang menjadi pembantu-pembantunya termasuk di tingkat kabid-kabid ya,” ungkapnya.
Politisi PKS itu juga mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik.
Ia meminta para kabid yang mendapat amanah baru dapat bekerja maksimal dan berkontribusi dalam pembangunan Kota Makassar.
“Beberapa kabid memang saya lihat ada rotasi, kita beri selamat kepada yang menduduki jabatan baru dan kita meminta agar bisa memaksimalkan kerja-kerjanya bisa ikut serta dalam pembangunan dan irama yang luar biasa dari Pak Wali," ujarnya.
Azwar menekankan pentingnya setiap pejabat menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) secara optimal.
“Dimaksimalkan sesuai tupoksi kerjanya," kata dia.
Terkait pertanyaan mengenai kapasitas pejabat yang ditunjuk, Azwar menyatakan keyakinannya terhadap keputusan Wali Kota.
“Saya kira yang pertanyaan tadi bahwa apakah mereka mampu, insyaallah pilihan Pak Wali insyaallah tepatlah," ungkapnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk berprasangka baik terhadap pejabat yang telah dipercaya menduduki jabatan baru.
“Orang-orang yang ditunjuk oleh Pak Wali insyaallah kita berprasangka baik bahwa mereka punya kemampuan kapasitas yang mumpuni insyaallah," jelasnya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan, sektor PU menjadi tumpuan utama realisasi sejumlah program strategisn
Sehingga membutuhkan tim yang solid, responsif, dan berani mengambil keputusan.
“PU hari ini paling banyak dilantik karena program prioritas ada di sana. Saya tidak mau lagi ada pekerjaan berhenti karena keraguan, karena human error, atau karena tidak selaras dengan tujuan kita,” tegasnya.
Ia menyoroti masih adanya hambatan administratif di lapangan.
Termasuk sikap ragu dalam menandatangani dokumen maupun mengambil langkah teknis yang berdampak pada lambatnya progres pekerjaan.
Menurut Munafri, kondisi tersebut tidak boleh terulang.
Ia meminta seluruh pejabat baru langsung beradaptasi dan mempercepat ritme kerja.
“Sekarang kita harus berlari kencang. Kalau kita miss di depan, ke belakangnya pasti akan berantakan,” ujarnya.
Selain percepatan, Munafri juga menekankan pentingnya penguatan manajemen tim di internal Dinas PU.
Setiap bidang diminta saling mendukung agar output pekerjaan dapat menghasilkan outcome nyata bagi masyarakat.
Ia berharap dengan komposisi pejabat baru, Dinas PU mampu menjadi motor penggerak pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Kota Makassar
Pembangunan stadion bertaraf internasional di Untia Kecamatan Biringkanaya, salah satu program prioritas yang melekat di Dinas PU.
“Program prioritas ini dibuat untuk memberikan pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat. Jadi harus dijaga dan dikawal bersama,” tutupnya.
Daftar pejabat Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar yang dilantik:
1. Muhammad Amin, ST., MT.
Jabatan Lama: Kepala Unit Pelaksana Teknis Perbengkelan dan Pengelolaan Alat Berat, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.
Jabatan Baru: Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas PU Kota Makassar.
2. Suriyadi, ST., M.Si.
Jabatan Lama: Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda pada Dinas PU Kota Makassar.
Jabatan Baru: Kepala Bidang Prasarana dan Bangunan Gedung, Dinas PU Kota Makassar.
3. Rismawati Hamid, ST.
Jabatan Lama: Kepala Sub Bagian Keuangan Sekretariat Dinas PU Kota Makassar.
Jabatan Baru: Kepala Bidang Sanitasi, Air Bersih, dan Jasa Konstruksi, Dinas PU Kota Makassar.
4. Ahmad Rifaldi Rizal, ST., MT.
Jabatan Lama: Penelaah Teknis Kebijakan pada Bidang Drainase dan Sumber Daya Air, Dinas PU Kota Makassar.
Jabatan Baru: Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan Sekretariat Dinas PU Kota Makassar.
5. Ir. Ari Satriyadi Sadewa, ST., MT.
Jabatan Lama: Pengamat Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air pada Bidang Sanitasi, Air Bersih, dan Jasa Konstruksi, Dinas PU Kota Makassar.
Jabatan Baru: Kepala Sub Bagian Keuangan Sekretariat Dinas PU Kota Makassar.
6. Rahmi Indrisam, ST.
Jabatan Lama: Kepala Bidang Sanitasi, Air Bersih, dan Jasa Konstruksi, Dinas PU Kota Makassar.
Jabatan Baru: Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah, Dinas PU Kota Makassar.
7. Daniel Septi Arrumla Meme, ST.
Jabatan Lama: Pengawas Jaringan Utilitas pada Sub Bagian Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah, Dinas PU Kota Makassar.
Jabatan Baru: Kepala Unit Pelaksana Teknis Perbengkelan dan Pengelolaan Alat Berat, Dinas PU Kota Makassar
8. Aisyiyah, S.T.
NIP. 197811192006042009
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Air Limbah Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar.(*)
| Masalah Air di Makassar Tak Pernah Tuntas, Ray Suryadi: Persoalan Sudah Berpuluh-puluh Tahun |
|
|---|
| Tri Sulkarnain Ingatkan Pemkot Makassar Tak Tebang Pilih Saat Tertibkan Gudang dalam Kota |
|
|---|
| Rp3 Miliar untuk Dermaga Pulau Lanjukang, DPRD Makassar Ingatkan Prioritas Warga Kepulauan |
|
|---|
| DPRD Makassar Minta WFA Jangan Ganggu Pelayanan Publik |
|
|---|
| Cegah Penimbunan BBM, DPRD Makassar Dorong Pengawasan Ketat SPBU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260304-Azwar-Rasmin-DPRD-Makassar.jpg)