DPRD Makassar
Job Fit Pemkot Makassar, DPRD Ingatkan Merit Sistem
DPRD mengingatkan job fit Pemkot Makassar berpedoman pada aturan dan merit sistem, tanpa praktik transaksional.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Pemkot Makassar akan melaksanakan Job Fit bagi pejabat Eselon II awal tahun ini.
- Anggota Komisi A DPRD Makassar, Udin Shaputra Malik, menilai langkah itu wajar namun harus berpedoman pada merit sistem dan bebas dari praktik transaksional.
- Wali Kota Munafri Arifuddin menyebut Job Fit dilakukan menyusul adanya pejabat pensiun dan untuk memastikan kecocokan jabatan dengan kompetensi.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar akan melaksanakan Job Fit pada awal tahun ini.
Job Fit menyasar pejabat struktural, khususnya Eselon II di lingkup Pemkot Makassar.
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Udin Shaputra Malik, mengatakan rencana pelaksanaan Job Fit merupakan hal wajar dan perlu dilakukan.
Namun, ia mengingatkan agar tetap berpedoman pada aturan serta mengedepankan prinsip merit sistem.
“Tempatkan orang di posisi yang tepat dan yang juga penting, jangan sampai ada unsur transaksional,” katanya saat ditemui di Gedung sementara DPRD Makassar, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, ketidaktepatan penempatan jabatan merupakan hal manusiawi.
Tidak ada individu yang sepenuhnya sempurna dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Ketidaktepatan posisi itu wajar, karena tidak ada manusia yang sempurna. Eselon II ini ibaratnya helper,” ungkapnya.
Udin menambahkan, kinerja pejabat Eselon II bergantung pada arahan pimpinan.
Mereka hanya menjalankan instruksi atasan sehingga tanggung jawab tidak sepenuhnya dibebankan kepada mereka.
Meski demikian, ia optimistis terhadap kualitas aparatur Eselon II yang telah ditempa dengan pelatihan, pengalaman, dan jam terbang memadai.
“Menurut saya mereka adalah orang-orang yang sudah ditempa dengan pelatihan, pengalaman, dan jam terbang yang cukup banyak. Jadi seharusnya sudah capable,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan Job Fit dilakukan menyusul adanya pejabat yang memasuki masa pensiun.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Nielma Palamba, telah purna tugas pada akhir Desember 2025.
Munafri menambahkan, Job Fit biasanya dilakukan setiap enam bulan untuk menguji hasil di sejumlah posisi strategis.
“Ya, akan ada Job Fit lagi karena ada yang pensiun. Kita akan coba putar lagi dan sekaligus melihat seperti apa kinerja teman-teman yang ada di posisinya,” ucapnya.
Ia menyebut kemungkinan ada mutasi atau rotasi pejabat dari hasil Job Fit.
Jika dinilai belum maksimal, pejabat akan dipindahkan ke posisi yang lebih sesuai.
“Mungkin ada teman-teman yang kualitasnya bagus tapi salah tempat. Bukan berarti tidak bagus, tapi mungkin tidak cocok di tempat yang ditempati sekarang. Ada juga yang mungkin bisa lebih bagus kalau di tempat lain,” katanya. (*)
| Masalah Air di Makassar Tak Pernah Tuntas, Ray Suryadi: Persoalan Sudah Berpuluh-puluh Tahun |
|
|---|
| Tri Sulkarnain Ingatkan Pemkot Makassar Tak Tebang Pilih Saat Tertibkan Gudang dalam Kota |
|
|---|
| Rp3 Miliar untuk Dermaga Pulau Lanjukang, DPRD Makassar Ingatkan Prioritas Warga Kepulauan |
|
|---|
| DPRD Makassar Minta WFA Jangan Ganggu Pelayanan Publik |
|
|---|
| Cegah Penimbunan BBM, DPRD Makassar Dorong Pengawasan Ketat SPBU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-15-januari-udin.jpg)