Kalla Institute
Kalla Institute Ajari IRT Kassi-Kassi Makassar Bikin Tas Belanja dari Limbah Kain
Program menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
Ringkasan Berita:
- Kalla Institute bersama Program Studi Manajemen YPUP menggelar workshop daur ulang limbah kain bagi ibu rumah tangga dan perempuan putus sekolah di Makassar.
- Peserta dilatih mengubah limbah kain menjadi produk bernilai jual seperti tas ramah lingkungan, sekaligus belajar teknik branding, foto produk, dan pemasaran melalui media sosial.
- Program mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Puluhan ibu rumah tangga dan perempuan putus sekolah di Makassar mendapat pelatihan mengubah limbah kain menjadi produk bernilai ekonomi melalui workshop kreatif.
Program pengabdian masyarakat bertajuk 'Daur Ulang Limbah Kain dan Optimalisasi Pemasaran Hasil Produk untuk Ibu Rumah Tangga dan Perempuan Putus Sekolah'.
Digelar Kalla Institute bersama Program Studi Manajemen YPUP di Vaan Sky, Jl Hertasning, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (17/5/2026).
Program menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan membangun kemandirian ekonomi berbasis kreativitas.
Kegiatan diikuti 20 orang, termasuk kader TP PKK Kelurahan Kassi-Kassi sebagai perwakilan ibu rumah.
Mereka dipilih karena masih memiliki peluang untuk belajar dan mengembangkan usaha mandiri di tingkat kelurahan.
Peserta diajarkan cara memanfaatkan limbah kain menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki nilai jual, seperti tas belanja lipat berbentuk dompet.
Baca juga: Kalla Institute Siapkan Generasi Unggul di Era AI
Produk ini dirancang praktis, ramah lingkungan dan memiliki potensi jual sebagai alternatif penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Selain praktik langsung membuat produk, peserta juga dikenalkan pada konsep textile upcycling.
Mulai dari teknik produksi dasar hingga proses finishing agar produk memiliki kualitas lebih baik dan siap dipasarkan.
Tak hanya fokus pada keterampilan produksi, peserta juga dibekali strategi pemasaran modern.
Mulai dari cara membangun branding produk, teknik foto menggunakan smartphone, hingga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan penjualan.
Dosen Program Studi Kewirausahaan Kalla Institute sekaligus ketua pelaksana kegiatan, A Nurul Suci Amaliah mengatakan kegiatan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta.
Tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat berbasis kreativitas dan kepedulian lingkungan.
"Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengolah limbah kain menjadi produk yang bernilai jual dan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga," kata Nurul.
Lewat program pengabdian masyarakat, Kalla Institute ingin menunjukkan bahwa limbah bukan sekadar sisa yang dibuang.
Tetapi bisa menjadi peluang usaha baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.
Selain menghadirkan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga membuka ruang tumbuhnya rasa percaya diri dan semangat mandiri bagi para peserta.(*)
| Kalla Institute Siapkan Generasi Unggul di Era AI |
|
|---|
| Kalla Institute Bagi Tips Jitu Raih Beasiswa dan Sukses Karier, Apa Saja? |
|
|---|
| Seminar hingga Pentas Seni Pancasila, Cara Kalla Institute Tanamkan Nilai Kebangsaan |
|
|---|
| PKKMB Kalla Institute 2025 Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Muda Kreatif |
|
|---|
| Kalla Institute Kupas Tuntas Cara Pebisnis Adaptasi Terhadap Tantangan Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260517-Workshop-Daur-Ulang-Limbah-Kain-Kalla-Institute.jpg)