Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rawat Silaturahim dengan Dzikir dan Doa, UMI Launching Film ke-3 "Bukan Hanya Ilmu"

Hambali Thalib mengatakan, sejak Tahun 2000, UMI menghadirkan program Pencerahan Qalbu

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
Suasana dzikir dan doa serta nonton bareng launching film ketiga UMI "Bukan Hanya Ilmu" di Gelanggang Olahraga (GOR) UMI, kampus 2 UMI, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (8/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Film berjudul "Bukan Hanya Ilmu" ini, menceritakan kisah sebuah kampus yang bukan sekadar tempat mencari gelar
  • Film yang disutradarai Syahrir Arsyad Dini atau Rere Art2tonic
  • Produser Wakil Rektor II UMI Prof Dr H Zakir Sabara ini, sukses membuat decak kagum para penonton

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia, merawat silaturahim antar civitas akademika, melalui dzikir dan doa.

Hajatan siraman rohani ini rutin digelar tiap bulannya di kampus yang berdiri, pada 23 Juni 1954 ini.

Seperti yang terpantau di Gelanggang Olahraga (GOR) UMI, kampus 2 UMI, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (8/5/2026).

Dzikir dipandu, Kepala Pusat Pembinaan Iman dan Dzikir Pesantren Darul Mukhlisin UMI, Padanglampe, HM Yunus Anwar, Lc, MA.

Sementara doa, dipimpin Wakil Direktur Pesantren Darul Mukhlisin UMI Padanglampe, Dr H Muh Abbas Ali Mayo, Lc, MA.

Seluruh jamaah yang hadir tampak khidmat melantukan kalimat-kalimat kebesaran Allah.

Begitu juga saat proses doa berlangsung, harapan terbaik untuk UMI dilangitkan dengan khusyuk.

Mulai dari mahasiswa, pengurus BEM, jurusan, pimpinan fakultas, pimpinan universitas hingga pimpinan yayasan larut dalam suasana kebatinan itu.

Tak ada sekat, semua berbaur duduk melantai di GOR berkapasitas 3000 orang itu.

Setelah dzikir dan doa selesai, momen silaturahim ini juga dilanjutkan dengan launching film ketiga UMI.

Film berjudul "Bukan Hanya Ilmu" ini, menceritakan kisah sebuah kampus yang bukan sekadar tempat mencari gelar.

Tetapi ruang untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan nilai kemanusiaan.

Di tengah kerasnya kehidupan, masih ada harapan yang lahir dari hati yang tulus.

"Karena pendidikan sejati bukan hanya tentang apa yang kita pikirkan, tetapi juga tentang apa yang kita rasakan dan perjuangkan bersama," ucap Master of Ceremony memandu pemutaran film itu.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved