Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pengukuhan Prof Wahyuddin Halim

Prof Wahyuddin Halim: Orang Taat Menjalankan Ritual Agama tapi Tetap Korupsi

Di mimbar akademik, Wahyuddin Halim berdiri tegak. Ia baru saja resmi menyandang gelar Profesor di bidang Antropologi Agama.

Tayang:
Editor: Sudirman

"Sekarang ini kita hidup dalam era di mana hal-hal yang bersifat aksesoris simbolik lebih dipentingkan dibanding substansi. Itu tidak baik. Kita harus melihat pada konten atau misi pribadi seseorang. Kalau menjadi sarjana dengan IPK tinggi tapi tidak punya literasi yang kuat dan karakter intelektual yang baik, itu tidak bisa bertahan jangka panjang," tambahnya lagi.

Meski berdiri di puncak karier akademik yang paling tinggi, Wahyuddin tetap rendah hati.

Ia mengakui bahwa gelar profesor ini bukanlah hasil kerja kerasnya seorang diri. Ada sosok-sosok di balik layar yang terus mendorongnya hingga ke titik ini.

"Barangkali yang lebih kuat (memotivasi) itu adalah istri, karena dia melihat saya ada kemampuan dan peluang. Tentu saja juga kedua orang tua dan teman-teman. Saya merasa pencapaian jabatan profesor ini bukan hanya membuat saya sekeluarga bahagia, tapi banyak kolega yang merasa itu adalah pencapaian mereka juga," pungkasnya.

Sore itu, di Romangpolong, Prof. Wahyuddin Halim tidak hanya mewariskan gelar bagi dirinya sendiri, tetapi juga sebuah refleksi besar bagi siapa saja yang mengaku beragama: Apakah ibadah kita sudah menjauhkan kita dari praktik korupsi, ataukah semua itu hanya sekadar aksesoris tanpa isi?

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved