Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bersaing 81 Ribu Peserta di Indonesia, Sofi Al Fatihah Mahasiswi Unhas Terpilih Belajar AI di Google

Ia lolos dalam seleksi ketat program Google Student Ambassador (GSA) 2026 yang digelar Google Indonesia.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
MAHASISWA UNHAS - Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), I Sofi Al Fatihah (18).  Dirinya satu dari ratusan peserta terbaik yang terpilih dari puluhan ribu pendaftar di seluruh Indonesia. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), I Sofi Al Fatihah (18) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Ia lolos dalam seleksi ketat program Google Student Ambassador (GSA) 2026 yang digelar Google Indonesia.

Sofi sapaanya, merupakan mahasiswa semester dua di Fakultas Hukum (FH) Unhas.

Dirinya satu dari ratusan peserta terbaik yang terpilih dari puluhan ribu pendaftar di seluruh Indonesia.

Program Google Student Ambassador dikenal sebagai salah satu ajang prestisius yang menjaring mahasiswa dengan kemampuan kepemimpinan, inovasi, serta ketertarikan pada perkembangan teknologi.

Dari total lebih dari 81.000 pendaftar, hanya sekitar 2.000 peserta yang berhasil lolos pada tahap seleksi awal.

Jumlah tersebut kembali disaring secara ketat hingga menyisakan 150 peserta terbaik yang berhak melaju ke tahap berikutnya.

Para peserta terpilih ini mendapatkan kesempatan eksklusif untuk mengikuti acara inaugurasi serta office tour di kantor pusat Google di Jakarta.

Sofi menjadi satu di antara 150 individu yang lolos hingga tahap tersebut, sekaligus mengharumkan nama kampus di kancah nasional.

"Ini bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang bagaimana saya bisa membawa nama baik kampus dan membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional," ucap Sofi, Senin (27/4/2026).

Ia mengaku, keikutsertaannya dalam program ini memberikan banyak pengalaman berharga, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri, termasuk dalam bidang hukum. 

"Sebagai mahasiswa hukum, saya sering berhadapan dengan sebuah paradoks nyata, hukum dirancang untuk melindungi semua orang," ujar Sofi

"Namun informasinya sering kali tersaji dalam bahasa yang terlalu rumit dan eksklusif. Akibatnya, ada jarak yang membentang antara keadilan dan pemahaman masyarakat awam," tambahnya.

Di sinilah, kata Sofi, percaya bahwa hadirnya Al bukan sekadar sebagai kecanggihan teknologi, melainkan 'jembatan' untuk mendemokratisasi pengetahuan. 

"Melalui Google Student Ambassador 2026, saya ingin mengambil peran untuk memastikan inovasi ini benar-benar membumi mengurai kompleksitas hukum menjadi solusi inklusif yang berdampak nyata bagi masyarakat luas," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved