Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pengukuhan Prof Wahyuddin Halim

Profesor yang Tidak Pernah Bercita-cita Jadi Prof

Konsep siri’ masiri’, yang merujuk pada dorongan moral dari dalam diri, akan menjadi salah satu kunci analisis.

|
Tribun-timur.com
UINAM - Prof Drs Wahyuddin Halim MA MA PhD Urai Siri’ na Sara’ dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar UIN Alauddin Makassar 

Kehadiran mereka tidak hanya untuk menyaksikan pengukuhan, tetapi juga untuk mengikuti pemaparan akademik yang relevan dengan kondisi sosial keagamaan saat ini.

Di sisi lain, pidato tersebut juga akan menyinggung dinamika kontemporer, termasuk pergeseran makna siri’ dalam masyarakat modern.

Dalam beberapa kasus, nilai ini dinilai mengalami reduksi, bahkan disalahartikan sebagai simbol status sosial semata.

Fenomena ini akan dikaitkan dengan krisis transmisi nilai, ketika generasi muda tidak lagi mewarisi nilai-nilai moral secara utuh dari lingkungan keluarga dan komunitas.

Sebagai tawaran solusi, Prof. Wahyu akan menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui tiga elemen utama: disiplin praktik yang konsisten, komunitas yang menyediakan keteladanan nyata, serta budaya sebagai medium awal pembentukan nilai.

Tanpa ketiga unsur ini, pendidikan agama berpotensi berhenti pada level kognitif dan simbolik.

Menariknya, di balik capaian akademik yang akan dikukuhkan tersebut, tersimpan narasi personal yang sederhana.

Sosok Prof. Wahyu dikenal sebagai akademisi yang menempuh jalan panjang dalam dunia intelektual, bukan dengan ambisi mengejar gelar, melainkan dengan kegelisahan untuk memahami persoalan-persoalan mendasar dalam kehidupan beragama.

Pengukuhan yang berlangsung hari ini, dengan demikian, tidak hanya menandai pencapaian formal seorang akademisi, tetapi juga menjadi refleksi atas perjalanan intelektual yang berangkat dari pertanyaan-pertanyaan sederhana, namun berujung pada gagasan-gagasan yang luas dan mendalam.

Yang menarik, dalam teks pidatonya, Prof. Wahyu menyebut dirinya justru tidak pernah bercita-cita menjadi profesor.

Cita-cita terbesarnya adalah menjadi penulis buku monumental, yang akan terus dibaca dan menginspirasi sedemikian banyak orang bahkan hingga penulisnya sudah lama meninggalkan dunia.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved