Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Prof JJ Warning Sindikat Joki UTBK, Dulu Mahasiswi Kedok Unhas Ditangkap

Tahun ini, Prof JJ kembali memberikan warning keras kepada pihak yang ingin membuat kecurangan

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
UTBK SNBT - Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa saat menegaskan melawan joki selama pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Kampus Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan Km 10 pada Selasa (21/4/2026). Prof JJ siap melawan sindikat penjoki bahkan dengan melibatkan aparat penegak hukum 

Ringkasan Berita:
  • Prof Jamaluddin Jompa warning sindikat Joki jangan berani bermain di kampus Unhas pada seleksi UTBK 2026
  • Unhas melaksanakan UTBK-SNBT mulai hari ini hingga 28 April mendatang
  • Tahun ini, Prof JJ kembali memberikan warning keras kepada pihak yang ingin membuat kecurangan

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - 'Jangan Main-Main dengan Unhas' tegas Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa.

Prof JJ sapaannya, siap menghadapi pihak yang ingin curang dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

"Kami ingatkan kepada pihak yang ingin coba-coba di luar sana anda akan menghadapi kekuatan besar Kami tidak akan main-main," kata Prof Jamaluddin Jompa di Ruang Senat Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Kampus Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan Km 10 pada Selasa (21/4/2026).

Unhas sedang melaksanakan UTBK-SNBT mulai hari ini hingga 28 April mendatang.

Ada 18.971 peserta UTBK yang menjalani ujian di Unhas.

Tahun 2025 lalu, Unhas membongkar jaringan kecurangan UTBK-SNBT.

Ada dua modus kecurangan ditemukan selama pelaksanaan UTBK di Unhas tahun 2025 lalu.

Terdapat peserta yang memalsukan kartu peserta sehingga menjadi joki.

Selain itu, Pihak Unhas meringkus admin IT UTBK yang diduga bekerja sama dengan salah satu tempat bimbingan belajar (bimbel) untuk memuluskan taktik Kriminal.

Para pelaku pun kini dipidana imbas kecurangan pada UTBK-SNBT 2025 lalu.

Tahun ini, Prof JJ kembali memberikan warning keras kepada pihak yang ingin membuat kecurangan.

"Tahun lalu Unhas salah satu universitas di Indonesia dikenal paling ketat dan ganas dan disebut paling kejam. Karena bukan hanya menegur dan membuat yang kedapatan tidak lulus tapi pelaksana kami nilai sehingga pegawai kami pun kita harus berhentikan," kata Prof JJ.

Tak hanya itu, kasus kecurangan ini bahkan berlanjut ke ranah hukum.

Prof JJ memastikan penegakan hukum kembali akan diterapkan tahun ini.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved