Garin Nugroho Dorong Mahasiswa Unismuh Kuasai Narasi Visual dan Medium Digital
Sineas nasional Garin Nugroho memberikan kuliah tamu di Unismuh Makassar, Sulawesi Selatan.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Sineas nasional Garin Nugroho hadir dalam kuliah tamu di Unismuh Makassar dan mengajak mahasiswa seni rupa menjadi kreator produktif di era digital.
- Ia menekankan pentingnya profesionalisme, kreativitas, dan kemampuan memahami medium visual serta narasi lintas platform di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan industri kreatif.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sineas nasional, Garin Nugroho, mengajak mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi kreator produktif.
Ajakan itu disampaikan dalam kuliah tamu di Aula Teater I Gift, Gedung Iqra Lantai 2, Kampus Unismuh Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Prodi Seni Rupa Unismuh untuk mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman, gagasan, dan peta kerja industri kreatif yang berkembang sangat cepat di era digital.
Garin Nugroho sendiri dikenal sebagai salah satu sineas terkemuka Indonesia yang karya-karyanya telah menjangkau ruang nasional dan internasional.
Ia bukan hanya sutradara film, tetapi juga penulis skenario, produser, dan pekerja budaya yang konsisten membaca perubahan masyarakat melalui medium visual.
Dalam lintasan kariernya, Garin melahirkan berbagai karya penting yang memperlihatkan ketajaman naratif, keberanian estetik, dan kepekaan terhadap persoalan sosial-budaya.
Dalam kuliah tamunya, Garin menjelaskan bahwa tantangan utama generasi muda hari ini adalah bagaimana merespons zaman yang dipenuhi layar, kecepatan, manipulasi informasi, dan ledakan medium.
Di tengah situasi itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme, kreativitas, dan kemampuan memahami karakter setiap ruang tayang.
"Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki bakat, tetapi juga harus paham bagaimana ide disampaikan, bagaimana karya dipresentasikan, dan bagaimana lokalitas dapat diterjemahkan menjadi bahasa yang bisa berbicara secara lebih luas," jelas Garin.
Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa Unismuh, Meisar Azhari mengatakan forum ini sebagai ruang akademik sekaligus ruang penguatan orientasi mahasiswa seni rupa agar tidak berhenti pada keterampilan teknis semata.
Tetapi juga mampu membaca perubahan zaman, memahami medium, dan menyiapkan diri menjadi kreator yang produktif.
Bagi Prodi Seni Rupa, kehadiran Garin Nugroho bukan sekadar menghadirkan tokoh besar perfilman Indonesia.
“Ini membuka jendela berpikir baru bagi mahasiswa tentang bagaimana seni rupa kini bergerak melampaui kanvas dan kertas, lalu memasuki wilayah visual digital, audiovisual, tubuh, suara, dan narasi lintas medium,” katanya.
Pandangan itu sejalan dengan garis besar kuliah Garin yang menekankan bahwa dunia saat ini adalah era screen, ketika gambar, teks, suara, dan tubuh bertemu dalam satu lanskap yang serba visual.
Dalam perspektif itu, pendidikan seni rupa memperoleh relevansi baru karena karya rupa tidak lagi hadir hanya dalam bentuk konvensional, tetapi juga hidup di layar gawai, media sosial, film, video, iklan, dan berbagai ruang tayang lain yang terus berubah.
| PSM Kids Diluncurkan, PSM Makassar Kian Lengkap Pembinaan Pemain |
|
|---|
| Nyaman di Kanan! Transformasi Posisi Dusan Lagator Berkah untuk PSM Makassar |
|
|---|
| Sekuriti Swalayan di Boulevard Makassar Ditikam dan Ditebas Parang Usai Tegur Jukir |
|
|---|
| DLH Makassar Usul Tambahan Anggaran TPA dan PSEL hingga Rp60 Miliar |
|
|---|
| Kebobolan di Menit Akhir, PSM U-18 Takluk 0-1 dari Bali United U-18 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-12-april-kuliah-umum.jpg)