Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UNM

Mengapa Kemendiktisaintek Pilih Guru Besar Unhas Jabat Plh Rektor UNM? Mahasiswa Protes Prof Farida

Wakil Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) itu menggantikan Prof Karta Jayadi yang diberhentikan dari Kemendiktisaintek.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
UNM - Prof Farida Patittingi Wakil Rektor Unhas. Prof Farida kini menjabat Plh Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM). 
Ringkasan Berita:
  • Prof. Farida Patittingi telah memimpin Universitas Negeri Makassar (UNM) selama 81 hari sejak dilantik sebagai Plh Rektor pada 4 November 2025, menggantikan Prof. Karta Jayadi. 
  • Kepemimpinannya mendapat penolakan dari mahasiswa UNM yang menilai Plh Rektor seharusnya berasal dari internal kampus. 
  • Demonstrasi berlangsung pada 22 Januari 2026 bersamaan dengan kunjungan Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof. Togar M. Simatupang.

TRIBUN-TIMUR.COM - Prof Farida Patittingi sudah 81 hari memimpin Universitas Negeri Makassar (UNM) per 24 Januari 2026.

Ia dilantik menjadi Plh Rektor UNM 4 November 2025.

Wakil Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) itu menggantikan Prof Karta Jayadi yang diberhentikan dari Kemendiktisaintek.

Hampir tiga bulan memimpin UNM, Prof Farida Patittingi, didemo mahasiswanya.

Mahasiswa menolak Prof Farida menjabat Plh Rektor UNM.

Demo mahasiswa UNM di kampus Phinisi Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026).

Baca juga: Profil Prof Farida Patittingi, Baru 2 Bulan Gantikan Prof Karta Kini Ditolak Jabat Plh Rektor UNM

Para mahasiswa memprotes Plh Rektor tak dijabat oleh orang internal UNM.

Padahal banyak guru besar atau profesor di UNM.

Menariknya demo mahasiswa bersamaan kunjungan Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Prof Togar M Simatupang.

Prof Togar menegaskan, pemerintah terbuka terhadap setiap opini, kritik, maupun keberatan yang disampaikan pihak-pihak terkait. 

Ia memastikan seluruh proses yang berjalan dilakukan secara profesional dan transparan sesuai aturan yang berlaku.

"Kami mengapresiasi atas opini yang disampaikan. Kami sebagai pelaksana di pemerintahan tentunya terbuka untuk melakukan dialog bilamana ada yang disebut dengan keluhan, komplain, atau tuduhan tidak adil, kami bersedia menerima," kata Togar.

Ia juga menekankan, jika pihak terlapor memilih menempuh jalur hukum, pemerintah tidak akan menghalangi.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan hak setiap warga negara.

"Dan juga kalau mau dilanjutkan ke dalam ranah hukum, misalkan digugat di aparat penegak hukum, silakan. Kami terbuka, kami bekerja secara profesional, kami transparan, dan kami menghormati hak-hak beliau," jelasnya 

Prof Togar menyebut, termasuk hak rehabilitasi Prof Karta Jayadi akan tetap dihormati setelah seluruh proses selesai. 

Ia berharap polemik yang berkembang tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan dengan cara yang baik.

"Oleh karena itu saya berharap, tadi adik-adik mahasiswa juga sudah begitu bosan, kita juga selesaikan dengan baik-baik,"katanya.

Menanggapi pertanyaan terkait anggapan proses yang dianggap tidak seimbang, Togar memastikan seluruh tahapan telah berjalan sesuai prosedur.

"Semuanya terekam, tapi saya tidak bisa menyampaikan ke publik. Kita mengikuti SOP, ada standar prosedurnya. Itu sudah dilakukan sesuai dengan PP 94 dan juga Permendikbudristekdikti Nomor 55, itu semua sudah diikuti," ucapnya 

Mengenai penunjukan Prof. Farida sebagai Plh Rektor, Prof. Togar memberikan penegasannya. 

"Agar terjadi integritas dan objektivitas. Ini untuk menjaga marwah UNM sebetulnya. Kalau ini dibiarkan akan terbelah," ungkap Prof Togar.

"Kita terus terang memilih perempuan, karena punya empati, bisa diterima, karena tanda petik mohon maaf korban juga adalah perempuan. Saya juga malu ini bicara aib kita," tuturnya.

Siapa Prof Farida?

Prof Farida dikenal sebagai akademisi berpengalaman di lingkungan Kampus Merah.

Ia pernah menjabat Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) selama dua periode, 2014–2018 dan 2018–2022.

Ia juga merupakan Guru Besar bidang Hukum Agraria.

Wanita kelahiran Bone, 26 Juni 1967 ini, menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan tinggi di bidang Ilmu Hukum.

Gelar sarjana diraih di Fakultas Hukum Unhas (1990), magister di Universitas Gadjah Mada (2000), dan doktor di Unhas (2008).

Prof Farida menegaskan arahan dari Kemendiktisaintek adalah memastikan seluruh proses pelayanan akademik di UNM berjalan normal.

“Kita akan lakukan konsolidasi internal dan berikan ruang kondusif dan nyaman dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing,” tutupnya.

Selain mantan dekan FH Unhas, kini menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Hasanuddin (Unhas).

Profil

Nama Lengkap: Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum.

Tempat/Tanggal Lahir: Bajo, Kabupaten Bone, 26 Juni 1967

Bidang Keahlian: Hukum Agraria Jabatan Saat Ini

Pelaksana Harian (Plh) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM)

Jabatan Sebelumnya:

Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi Unhas

Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (2014–2018 dan 2018–2022)

Pendidikan:

S1 Ilmu Hukum, Universitas Hasanuddin (lulus 1990)

S2 Ilmu Hukum, Universitas Gadjah Mada (lulus 2000)

S3 Ilmu Hukum, Universitas Hasanuddin (lulus 2008)

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved